TALAUD,MANADONEWS.CO.ID– Kolaborasi antara Kodam XIII/Merdeka, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi menggeser arah pembangunan di kawasan perbatasan utara. Program Karya Bakti Skala Besar yang mulai digarap di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sangihe kini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga memacu kemandirian ekonomi masyarakat di beranda terdepan NKRI.
Program multisektor yang diinisiasi oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus bersama Gubernur Sulut Yulius Selvanus ini menyasar pemanfaatan potensi lokal secara maksimal. Masyarakat perbatasan kini didorong untuk mengolah bahan mentah, seperti pemanfaatan sabut kelapa dan pengembangan genteng komposit yang ramah lingkungan.
Di sektor infrastruktur, kehadiran TNI dan akademisi diwujudkan dalam pembangunan fasilitas vital yang terus dikebut pengerjaannya. Fasilitas tersebut meliputi jembatan, sumur bor, rehabilitasi rumah ibadah dan sekolah, MCK, jalan produksi, hingga pembangkit listrik mikrohidro yang sangat dibutuhkan warga setempat.
“TNI menghadirkan semangat pengabdian dan disiplin, perguruan tinggi menghadirkan inovasi, pemerintah menghadirkan dukungan kebijakan. Kolaborasi ini adalah bukti nyata komitmen kita membangun Sulut dari wilayah perbatasan,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus beberapa waktu lalu saat membuka kegiatan Karya Bakti Skala Besar Kodam XIII/Merdeka di lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Selain pembangunan fisik yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, program ini juga didukung dengan kegiatan nonfisik. Mulai dari bakti sosial, pembagian sembako, penyuluhan masyarakat, hingga penghijauan.
Melalui sinergi lintas instansi ini, masyarakat perbatasan diharapkan tidak hanya menikmati pemerataan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperoleh inovasi dan keterampilan baru yang membuka peluang ekonomi berkelanjutan di wilayah kepulauan terdepan.
Sementara itu, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan komitmen jajarannya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan membantu kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan kepulauan terdepan.
Kegiatan ini dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto, Asops Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Endik Hendra Sandi, Aster Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel Lalawi, para Kasi Kasrem 131/Santiago, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Welly Titah, Wakil Bupati Kepulauan Talaud Anisya Gretsya Bambungan, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Zunaidy S Sanggel, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, Dandim 1312/Talaud Letkol Arh Yanuar Yudistira, Kapolres Kabupaten Kepulauan Talaud AKBP Dwi Yatmoko, Kepala Kejaksaan Negeri Melonguane Edwin Ingnatius Beslar, Kepala Pengadilan Negeri Nur’Ayin Melonguane, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud
Engelbertus Tatibi, Dekan Fakultas Unsrat Manado Ferry Daud Liando, Dekan Fakultas Unsrat Manado Viktor Lengkong, serta tamu undangan lainnya. (Regina.TS)












