Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaManado

Usai Rumah Jemmy Asiku Digeledah, Dukungan Publik Menggema: Bongkar Mafia Tambang Emas Sampai ke Akar

600
×

Usai Rumah Jemmy Asiku Digeledah, Dukungan Publik Menggema: Bongkar Mafia Tambang Emas Sampai ke Akar

Sebarkan artikel ini

Manado, MN – Penggeledahan rumah Ketua Kadin Manado, Jemmy Asiku (JA), oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menjadi titik balik dalam pengusutan dugaan korupsi tata kelola tambang emas. Langkah tersebut memicu gelombang dukungan publik yang semakin deras agar aparat penegak hukum tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi membongkar seluruh mata rantai mafia tambang emas yang selama ini diduga bercokol di Sulawesi Utara.

Kolom komentar berbagai pemberitaan di media sosial dipenuhi desakan agar Kejati Sulut bergerak lebih jauh. Warganet meminta penyidikan dilakukan tanpa pandang bulu, menelusuri aliran dana, jaringan bisnis, hingga pihak-pihak yang diduga selama ini berada di balik aktivitas pertambangan ilegal.

MANTOS

Banyak masyarakat menilai penggeledahan tersebut merupakan momentum penting untuk mengakhiri praktik yang selama bertahun-tahun disebut-sebut merugikan negara, merusak lingkungan, dan memperkaya segelintir pihak. Mereka berharap penyidikan tidak berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi mampu menyentuh aktor intelektual, pemodal, hingga jaringan yang diduga melindungi bisnis tambang ilegal.

Harapan publik semakin menguat setelah Kejati Sulut menyita berbagai barang bukti dari penggeledahan, mulai dari dokumen, perlengkapan pemurnian emas, emas batangan dan butiran emas, hingga uang tunai sekitar Rp18 miliar dalam rupiah maupun mata uang asing. Penyitaan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi pengelolaan tambang emas PT Hakian Wellem Rumansi (HWR) yang ditaksir menyebabkan kerugian negara sekitar Rp45 miliar.

Dukungan yang membanjiri media sosial menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap Kejati Sulut. Publik berharap penyidik tetap independen, konsisten, dan tidak gentar menghadapi pihak mana pun yang diduga terlibat.

Bagi masyarakat, keberhasilan perkara ini bukan hanya soal menetapkan tersangka, tetapi juga menjadi ujian nyata apakah aparat penegak hukum mampu memutus jaringan mafia tambang emas yang selama ini dianggap kebal hukum.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah berikutnya. Masyarakat menunggu apakah pengusutan kasus ini benar-benar akan membuka tabir aktor-aktor besar di balik bisnis tambang emas ilegal, atau justru berhenti di tengah jalan.

Kejati Sulut memegang harapan besar untuk membuktikan bahwa supremasi hukum berlaku sama bagi semua orang, tanpa pengecualian.(SR)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado