MANADO — Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara bersama manajemen Bank Sulut Gorontalo (BSG) pada Rabu (5/8/2026) berlangsung memanas.
Anggota Banggar DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, melontarkan kritik pedas terkait kinerja keuangan BSG yang dinilai mengalami penurunan pada sejumlah indikator utama, termasuk modal inti dan aset.
Dalam rapat yang digelar di Ruang Paripurna tersebut, Louis mempertanyakan keakuratan laporan keuangan BSG per Juni 2026. Ia mengkhawatirkan adanya koreksi angka yang berpotensi memengaruhi kondisi riil perbankan daerah tersebut.
Tidak hanya itu, Louis menyoroti secara tajam status kepemilikan saham Pemerintah Provinsi Sulut yang saat ini berada di angka 36,63 persen.
Untuk mencegah penurunan porsi kepemilikan (dilusi) akibat penambahan modal dari pemegang saham daerah lain, Louis mengusulkan agar dividen Pemprov Sulut sebesar Rp79 miliar tidak dicairkan.
“Dengan adanya dividen sebesar Rp79 miliar, saya mengusulkan agar dividen tersebut ditahan dan menjadi penyertaan modal,” tegas Louis di hadapan jajaran direksi BSG.
Menurutnya, langkah menahan dividen dan mengalihkannya menjadi penyertaan modal sangat mendesak dilakukan demi menghindari polemik serta menjaga hak kendali Pemprov Sulut sebagai pemegang saham utama di BSG. (Jrp)












