Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaManado

Sentuhan Perempuan di Benteng Integritas: Saat KPK Sasar Pasangan Pejabat Demi Tepis Gaya Hidup Mewah

1843
×

Sentuhan Perempuan di Benteng Integritas: Saat KPK Sasar Pasangan Pejabat Demi Tepis Gaya Hidup Mewah

Sebarkan artikel ini
Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak dalam diskusi Matrikulasi Pemberantasan Korupsi yang melibatkan puluhan jurnalis di Whiz Prime Hotel Megamas Manado

MANADO – ​Gaya hidup konsumtif pasangan pejabat publik kini tak lagi sekadar isu domestik, melainkan celah rawan yang berpotensi menyeret aparatur negara ke pusaran tindak pidana korupsi.

Menjawab keresahan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya edukasi antikorupsi yang menjangkau ranah keluarga, khususnya para istri pejabat, sebagai bagian utama dari strategi pencegahan.

MANTOS

​Isu krusial ini mencuat dalam kegiatan Matrikulasi Pemberantasan Korupsi yang melibatkan puluhan jurnalis di Whiz Prime Hotel Megamas Manado, Rabu (19/8/2026).

Dalam forum tersebut, jurnalis menyoroti fenomena tuntutan gaya hidup pasangan yang kerap menjadi pemicu utama pejabat publik nekat menabrak hukum demi memenuhi kebutuhan konsumerisme.

​Merespons gelombang pertanyaan media, Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa lembaganya memandang perempuan memiliki posisi tawar yang sangat strategis sebagai agen perubahan.
​
“​Perempuan sebagai agen perubahan, KPK memosisikan ibu dan istri sebagai benteng pertahanan pertama yang menanamkan nilai-nilai kejujuran serta integritas dalam ekosistem keluarga,” terang Yuyuk.

Ia menambahkan bahwa korupsi tak mengenal gender. Penindakan hukum menunjukkan bahwa pelaku maupun penampung dana hasil kejahatan bisa melibatkan siapa saja, termasuk istri, anak, hingga kerabat dekat.

Dalam hal ​penguatan Trisula Pemberantasan Korupsi, sebelum mengambil langkah penindakan, KPK secara masif mengedepankan pilar pendidikan dan pencegahan untuk memutus rantai niat jahat sejak dari rumah.

​Melalui sinergi narasumber lain, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, serta Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Hafidhah Rifqiyah, KPK menekankan pentingnya transparansi penerimaan hadiah dan gratifikasi di lingkungan keluarga pejabat.

Langkah pencegahan berbasis keluarga ini diharapkan mampu mengubah peran pasangan: dari pemicu perilaku konsumtif menjadi pengawal moral yang berani mempertanyakan setiap rupiah yang dibawa pulang ke rumah. (Jerry)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado