MANADO, MN – Ketua Umum PNTTM sekaligus pengusaha muda Sulawesi Utara, Izhak Tambani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah berani dan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan penataan, perampingan, hingga penutupan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak produktif.
“Sebagai pelaku usaha muda di daerah, kami melihat kebijakan perampingan BUMN ini sebagai angin segar dan langkah konkret menuju efisiensi nasional yang luar biasa,” tukas Izhak, Senin (07/09/2026).
Penutupan 290 BUMN yang berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun, serta target penutupan 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026, menurut Izhak, membuktikan bahwa pemerintah dan Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk menghapus birokrasi yang membebani fiskal negara.
Figur yang populer di kalangan masyarakat itu menilai langkah restrukturisasi yang diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp100 triliun ini akan memberikan ruang bagi sektor swasta, pengusaha lokal.
“Serta tentu saja bagi pelaku UMKM di daerah seperti Sulawesi Utara untuk bertumbuh lebih sehat tanpa harus bersaing dengan BUMN yang tidak efisien,” ucapnya.
Lebih lanjut, Izhak juga menyoroti fokus Presiden Prabowo terkait percepatan hilirisasi yang dibahas bersama Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hambalang, Sabtu (05/09/2026).
Bagi Sulawesi Utara yang kaya akan potensi sumber daya alam, kata Izhak, hilirisasi adalah kunci utama peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.
“Instruksi Bapak Presiden sangat jelas: menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan kontributif,” tegasnya.
PNTTM, imbuh Izhak, siap mengawal komitmen ini, bersinergi dengan pemerintah, serta mengoptimalkan peluang investasi baru yang lahir dari kebijakan strategis ini demi kesejahteraan masyarakat luas.












