Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaMinahasaNasionalSulawesi UtaraTNITomohon

Danrindam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Pembaretan Dikjurbaif dan Dikjurtaif Gel II TA 2026

60
×

Danrindam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Pembaretan Dikjurbaif dan Dikjurtaif Gel II TA 2026

Sebarkan artikel ini

MINAHASA,MANADONEWS.CO.ID- Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei, didampingi Dandodik Latpur Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Muhammad Riduan, memimpin Upacara Penutupan Latihan Yudha Wastu Pramukha sekaligus Tradisi Pembaretan Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Gelombang II Tahun Anggaran (TA) 2026.

Acara tradisi yang berlangsung di Noongan, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Kamis (8/10/2026) tersebut menandai pengukuhan para prajurit baru sebagai bagian dari Korps Infanteri korps terbesar di TNI Angkatan Darat. Dalam upacara ini, Danrindam XIII/Merdeka menyematkan baret dan Brevet Kualifikasi “Yuddhawastu Pramukha” secara resmi kepada perwakilan bintara dan tamtama.

MANTOS

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Wempi Ramandei membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Letjen TNI Iwan Setiawan. Melalui amanatnya, Danpussenif menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas pencapaian para prajurit baru.

“Momen yang baik ini, di mana prosesi tradisi pembaretan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjalanan seorang prajurit Infanteri telah kita saksikan bersama. Untuk itu, saya selaku Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri beserta seluruh keluarga besar Korps Infanteri mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah diraih, sekaligus mengesahkan penggunaan baret dan Brevet ‘Yuddhawastu Pramukha’,” ujar Danpussenif dalam amanat tertulisnya.

Danpussenif menegaskan bahwa tradisi pembaretan dan penyematan brevet ini merupakan wujud penghargaan serta pengakuan tertinggi bagi prajurit Infanteri. Sebagai pasukan yang berada paling depan di medan pertempuran yang mengandalkan kemampuan berjalan kaki, pasukan Infanteri dijuluki sebagai “Queen of the Battle”, yang bermakna memiliki peran sangat krusial dalam menguasai pertempuran.

Latihan Yuddhawastu Pramukha sendiri merupakan program latihan aplikatif untuk menguji materi pelajaran di berbagai kondisi medan, cuaca, serta faktor taktis lainnya. Latihan berat ini didesain sebagai bekal bagi prajurit bintara dan tamtama agar mampu menguasai teknis serta taktis lapangan, baik dalam situasi Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Di akhir amanatnya, Danpussenif memberikan lima penekanan penting yang wajib dipedomani oleh seluruh prajurit Infanteri baru dalam melaksanakan tugas ke depan:

1. Tingkatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam menjalankan setiap tugas serta kewajiban.
3. Jangan pernah melupakan jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.
4. Jaga serta tingkatkan kebersamaan dan jiwa korsa sebagai prajurit Infanteri yang profesional dan militan.
5. Pelihara kesamaptaan jasmani serta tingkatkan kemampuan dan keterampilan bertempur.
(Regina.TS)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado