MANADO,MANADONEWS.CO.ID- Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap rekam jejak sejarah Korps Zeni TNI Angkatan Darat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Zeni TNI AD yang digelar di Markas Zidam XIII/Merdeka, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menyatakan bahwa usia 81 tahun merupakan usia yang cukup dewasa bagi sebuah organisasi. Ia mengingatkan kembali sejarah besar Korps Zeni yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar dan pemimpin nasional.
“Kita lihat bersama sejarah Zeni bagaimana bisa menghasilkan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) pertama, Bapak Jati Kusumo. Penerusnya pun cukup banyak, seperti almarhum Bapak Try Sutrisno yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI, serta Bapak Budiman yang pernah menjadi Kasad,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam, catatan sejarah ini membuktikan bahwa Zeni merupakan salah satu korps yang dididik dan diberi tugas secara komprehensif, mulai dari garis belakang hingga garis depan, meliputi konstruksi, tempur, konsolidasi, hingga rehabilitasi. Hal ini menjadi modal awal sekaligus motivasi bagi para perwira muda kecabangan Zeni saat ini untuk terus berkembang.
Secara khusus, Pangdam juga menyampaikan selamat ulang tahun kepada Kepala Zeni Daerah Militer (Kazidam) XIII/Merdeka Kolonel Czi Karter Joyi Lumi, serta seluruh anggota segenap Zidam, Yonzipur, maupun kompi-kompi Zeni jajaran. Ia meminta momentum hari jadi ini dijadikan sebagai proses pembelajaran untuk menghadapi tugas-tugas ke depan yang diprediksi akan jauh lebih berat.
Mengutip pesan dari buku Presiden Prabowo Subianto, Pangdam menekankan pentingnya belajar dari sejarah agar tidak menjadi bangsa yang gagal atau biasa-biasa saja. Melalui sejarah, organisasi dapat memprediksi, menganalisis, dan menyiapkan segala kemungkinan di masa depan. Di samping itu, Pangdam memberikan perhatian khusus pada aspek kepemimpinan lapangan dan kesejahteraan prajurit.
“Kekuatan prajurit itu ada di perut. Makanya pemimpin, komandan lapangan, dan panglima harus memperhatikan perut para prajuritnya,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Pangdam XIII/Merdeka berpesan agar seluruh prajurit Zeni tidak pernah lelah berbuat baik untuk satuan dan terus berjuang menjaga mutu Zeni. Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, Ia menuntut para komandan satuan (Dansat) dan Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) untuk jeli mengeksplorasi kelebihan setiap prajurit demi memperkuat organisasi.
“Dirgahayu Zeni ke-81. Semoga semakin solid, semakin kuat, dan semakin profesional dalam membangun TNI Angkatan Darat khususnya, serta bangsa pada umumnya,” pungkas Pangdam.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuli Elias Mamahi, Asrendam XIII/Merdeka Kolonel Arh Raden Jatmiko Adhi Pramantyo Cahyono, para Asisten Kasdam dan Kabalak Kodam XIII/Merdeka, Danyonzipur 19/YKN Letkol Czi Siswo Utomo, Dandeninteldam XIII/Merdeka Letkol Inf Hendra Syahputra, para pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 3 Zi Cabang IV PD XIII/Merdeka, serta tamu undangan lainnya. (Regina.TS)












