TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari memimpin apel penutupan operasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Api Awu, Kamis (15/10/2026).
Apel yang berlangsung pukul 08.20 WITA di Lapangan Gelora Santiago, Rumah Jabatan Bupati di Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, menjadi momentum evaluasi penanganan kebakaran sekaligus bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para relawan yang telah terlibat dalam upaya pemadaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, perwakilan Kodim 1301/Sangihe, Lanal Tahuna, Polres Kepulauan Sangihe, Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Penjabat Sekretaris Daerah Johanis E. H. Pilat, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, personel TNI-Polri dan relawan.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya para relawan yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyerahkan sertifikat penghargaan dan memberikan upah lelah kepada para relawan. Penyaluran upah lelah tersebut dilakukan secara non-tunai melalui rekening masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.
Thungari menegaskan, penghargaan tersebut hendaknya tidak dinilai semata-mata dari besaran nominal yang diterima, melainkan sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan pemerintah terhadap semangat kemanusiaan serta kepedulian para relawan.
“Saya tahu nilainya sangat kecil, tetapi ini sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan pemerintah atas semangat kemanusiaan serta kepedulian saudara-saudara dalam membantu masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berencana berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait untuk merangkul komunitas pencinta alam, mahasiswa pencinta alam, serta berbagai komunitas anak muda ke dalam wadah relawan kebencanaan yang terorganisasi dan dibina melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurutnya, wadah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana. Pembinaan akan didukung melalui pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sarana pengembangan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap fenomena kabut asap yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Utara dan Kepulauan Sangihe.
Ia menyebutkan bahwa kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan di wilayah Papua. Namun, sumber dan pergerakan asap masih perlu dipastikan berdasarkan informasi dari instansi yang berwenang.
Thungari mengungkapkan rasa syukur karena fenomena kabut asap tersebut terjadi setelah kebakaran di kawasan hutan lindung Gunung Api Awu berhasil ditangani dan api dinyatakan padam. Meski demikian, kewaspadaan terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat tetap harus ditingkatkan.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap cukup pekat dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan asap. Perlindungan khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan serius diminta segera mencari pertolongan medis.
Bupati juga meminta BPBD bersama perangkat daerah terkait, termasuk instansi yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan, untuk terus berkoordinasi serta memantau perkembangan kondisi lingkungan dan kualitas udara.
Penutupan operasi ini menjadi penanda berakhirnya tahap operasi penanganan karhutla Gunung Api Awu, sekaligus pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman bencana dan menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Riko)












