SITARO, MANADONEWS.CO.ID – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 1301/Sangihe terus menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan pertanian di Aula Kantor Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini diikuti sekitar 30 warga dan menghadirkan Diana Tasye Kadumat, S.P., Penyuluh Pertanian Ahli Muda Kementerian Pertanian, sebagai pemateri. Turut hadir Pasi Teritorial Kodim 1301/Sangihe, Letda Inf Philip Umbur, Kapitalau Kampung Tanaki Dekson Labang, tokoh agama Wandi Makinggung, S.Th., serta tokoh masyarakat Zaskar Malumbot.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dampak fenomena El Nino yang dapat memicu musim panas berkepanjangan dan mengancam pertumbuhan tanaman, termasuk tanaman pala yang menjadi salah satu komoditas penting bagi perekonomian masyarakat setempat.
Diana menjelaskan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan pertumbuhan tunas dan daun melambat, daun menguning, layu hingga gugur. Tanaman yang masih muda bahkan lebih rentan mengalami kematian apabila kekeringan berlangsung dalam waktu lama.
Karena itu, petani didorong untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, seperti menjaga kelembapan tanah, melaksanakan pemeliharaan tanaman secara rutin, memberikan air sesuai kebutuhan, serta menyediakan dan memanfaatkan tampungan air hujan maupun sumber air lain yang tersedia secara berkelanjutan.
Pasi Teritorial Kodim 1301/Sangihe, Letda Inf Philip Umbur, menegaskan bahwa penyuluhan pertanian merupakan bagian dari upaya TMMD untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan yang berdampak langsung pada kehidupan dan perekonomian mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami cara merawat tanaman dan mengantisipasi dampak kekeringan,” jelas Pasiter Kodim 1301/Sangihe itu.
Lanjut Umbur, TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar potensi desa dapat dikelola dengan lebih baik.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui penyuluhan diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kegiatan pertanian sehari-hari, sehingga tanaman tetap terpelihara dan risiko kerugian akibat kekeringan dapat diminimalkan. (Riko)












