MANADO — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo yang melanda Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dan sekitarnya selama 3 hingga 4 hari terakhir menuai sorotan tajam.
Pemerhati Kepentingan Publik Sulawesi Utara (Sulut), Taufik M. Tumbelaka, melayangkan surat terbuka keras yang ditujukan langsung kepada Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Simon A. Mantiri, pada Minggu (18/10/2026).
Taufik menegaskan bahwa kelangkaan BBM yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia mendesak kepemimpinan tertinggi Pertamina untuk segera mengambil langkah tegas dan melakukan pembenahan total.
“Sulawesi Utara adalah ‘kampung halaman’ dari Presiden RI dan Direktur Utama Pertamina. Kejadian ini sangat-sangat memalukan. Jadikan kejadian ini sebagai momentum pembenahan Organisasi dan Manajemen (O & M) internal,” tegas Taufik dalam surat terbukanya yang diterima wartawan, Minggu (18/10/2026).
Dalam surat terbuka tersebut, Taufik merincikan lima poin penting yang menjadi aspirasi warga Sulawesi Utara, yakni Evaluasi Sistem Kerja: Mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja internal Pertamina.
Selanjutnya, Sanksi Tegas Pejabat Internal: Melakukan evaluasi kinerja pejabat internal. Taufik menegaskan agar oknum yang tidak becus bekerja segera ditindak atau diganti (“cabu tu orang-orang yang nda beres depe karja”).
Pembenahan Organisasi: Menjadikan krisis BBM di bumi nyiur melambai ini sebagai momentum pembenahan manajemen internal secara holistik.
Batas Waktu Pelayanan Normal: Menginstruksikan seluruh jajaran Pertamina untuk bekerja all out agar seluruh pelayanan di SPBU kembali normal paling lambat Minggu (18/10/2026) malam.
Terakhir, Apresiasi untuk Petugas Lapangan: Memberikan penghargaan khusus kepada para petugas SPBU yang telah bekerja ekstra melayani antrean panjang masyarakat selama krisis terjadi.
Selain ditujukan kepada Dirut Pertamina, surat terbuka ini juga ditembuskan kepada sejumlah pejabat penting daerah dan nasional, di antaranya Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, dan Asisten II Setda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan.
Taufik berharap langkah ini mendapatkan perhatian serius dan penanganan cepat dari jajaran direksi Pertamina demi kenyamanan serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara. (Jerry)












