Manado – Masyarakat pasti masih mengingat ketika 2010 lalu hampir semua ruas protokol di Kota Manado dilakukan penggalian besar-besaran.
Penggalian tersebut adalah pemasangan pipa dan bak penampungan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Terpadu yang dilaksanakan Kementerian PUPR menghabiskan anggaran Rp.60 Miliar.
Sedianya IPAL akan menjadi sarana penyaluran limbah rumah tangga termasuk limbah dari septic tank di toilet rumah warga, dialirkan melalui IPAL bermuara di IPAL Induk dalam kawasan Megamas.
Namun, pembangunan IPAL ‘setengah jadi’ dikarenakan IPAL yang belum terkoneksi langsung ke rumah warga mengakibatkan proyek tersebut menjadi mangkrak.
Apalagi, IPAL Induk sudah dalam kondisi rusak parah akibat tidak pernah digunakan.
Walikota Manado, Andrei Angouw, pada konferensi pers awal tahun, Rabu (5/1/2022), menegaskan pembangunan IPAL Terpadu akan dilanjutkan.
“Pembangunan IPAL tersebut, terus akan dilaksanakan kembali dan diselesaikan oleh Kementerian PUPR, karena memang menggunakan anggaran dari pusat,” jelas Andrei Angouw yang didampingi Wawali Richard Sualang dan Sekkot Micler Lakat.
Andrei Angouw menambahkan, IPAL dibutuhkan apalagi Manado termasuk kota yang terus berkembang.
“Manado berkembang menjadi kota besar maka IPAL menjadi keharusan. 100 ribu lebih rumah di Manado hanya memanfaatkan septic tank. Sosialisasikan kepada masyarakat, tidak bisa hidup sehat kalau masih konvensional,” tukas Andrei Angouw. (JerryPalohoon)












