Bali, MANADONEWS –
Bank Sulut Gorontalo (Bank SulutGo atau BSG) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sekaligus RUPS Luar Biasa (RUPS LB).
Agenda tahunan Torang pe Bank ini berlangsung di St. Regis Nusa Dua, Bali, Senin (07/06/2022).
RUPS Bank SulutGo ini membahas sejumlah agenda, di antaranya laporan tahunan mengenai jalannya perseroan selama tahun buku 2021 dan penjelasan rencana bisnis bank (RBB) tahun 2022-2024.
Selanjutnya, pengesahan laporan keuangan tahun buku 2021 dan penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2021.
Selanjutnya, penetapan dana kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Keuangan Berkelanjutan BSG tahun 2022.
Terakhir, pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjukkan kantor akuntan publik yang akan melakukan audit laporan keuangan perseroan tahun buku 2022.
Selain agenda RUPS, terdapat juga agenda RUPS LB yakni pengesahan Reversal Agio Pemerintah Daerah melalui Setoran Modal.
Kemudian, tindak lanjut hasil keputusan RUPS nomor 5 tahun 2021 tentang pemenuhan modal ingin sebesar Rp 3 triliun sampai dengan tahun 2024
Lalu, pemberian wewenang kepada Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk mengesahkan RBB dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan.
Terakhir, usulan kenaikan manfaat pensiunan bagi para pensiunan perseroan.
RUPS yang dipimpin Pemegang Saham Pengendali (PSP), Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didampingi Pemegang Saham, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Direktur Utama Revino Pepah berlangsung singkat.
Event yang dihadiri pemegang saham yang terdiri dari Bupati dan Wali Kota di Sulut Gorontalo serta perwakilan PT Mega Corpora bak kilat.
Bahkan, RUPS hanya berlangsung sekitar lima jam. Dibuka pukul 09.00 Wita, berakhir sekitar pukul 14.00.
Dewan Komisaris dan para pemegang saham menyetujui laporan keuangan, RBB dan agenda bahasan lainnya.
Adapun dalam laporan yang disampaikan Direksi Perusahaan mendapatkan laba Rp 262 Miliar
Di mana dimana 75 persen akan dibagikan sebagai deviden. Deviden informasinya akan nan dikonversikan sebagai penyertaan modal ulang oleh para pemegang saham.
Target jumlah modal yang ingin dicapai sebesar Rp 3 Triliun, masing-masing daerah diwajibkan untuk bisa menambah jumlah setoran
BSG juga akan memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) ke daerah yang pemdanya menjadi pemegang saham. Jumlah yang disepakati total Dana CSR mencapai Rp 30 Miliar.
Dana Rp 30 Miliar ini akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham. (***/youngky)












