AgamaBerita TerbaruBerita Utama

Ribuan Pekerja Asal Sulut Area Tambang Weda Maluku Utara Bentuk Kerukunan Kawanua

×

Ribuan Pekerja Asal Sulut Area Tambang Weda Maluku Utara Bentuk Kerukunan Kawanua

Sebarkan artikel ini

Weda, Manadonews.co.id – Area pertambangan Weda di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, saat ini banyak didatangi para pekerja luar daerah untuk mencari pekerjaan.

Saat ini ada ribuan pekerja dari berbagai daerah bekerja di PT. IWIP dan banyak perusahaan lainnya. Kesempatan bekerja di berbagai perusahaan masih terus dibuka.

MANTOS

Hal ini pula yang membuat banyak warga Sulawesi Utara berdatangan untuk bekerja. Berbagai posisi bahkan posisi strategis ditempati warga asal Sulawesi Utara.

Melihat banyaknya pekerja asal Sulawesi Utara yang kini telah berjumlah ribuan, mendorong pegurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Halmahera Tengah di bawah komando pengurus Pdt. Herry Mangadil berinisiatif membentuk Kerukunan Keluarga Kawanua Weda Halteng Area tambang sebagai salah satu sub bagian dari organisasi K3 Halteng.

Menurut Pdt. Herry Mangadil, S.Th, M.Pd, terbentuknya wadah K3WH Area Tambang ini, bisa membantu warga perantauan asal Sulut jika mengalami berbagai hal dan mempererat persatuan sesama warga kawanua.

“Sebagai wadah bagi warga asal Sulut untuk berbagai hal demi kemajuan bersama, juga saat menghadapi permasalahan dengan perusahaan baik merugikan atau dirugikan,” ujar Pdt. Herry Mangadil.

Ditambahkan Pdt. Herry Mangadil, saat ini masih dalam taraf sosialisasi guna persiapan pengukuhan oleh pengurus K3 pusat atau propinsi K3.

“Kami sedang mempersiapkan dalam waktu dekat pengurus telah terbentuk untuk bisa dilaksanakan pelantikan,” tambah Hence Karamoy, salah satu pengurus.

Saat ini K3WH Area Tambang sudah melaksanakan 2 kali agenda ibadah dan pertemuan yang dilaksanakan di KM 27 pada Rabu (13/4/2022), di keluarga Melky Lalatang bersama istri yang setia mendukung kegiatan-kegiatan kawanua.

“Di pertemuan ini kita banyak mendapatkan masukkan bagaimana baiknya ke depan,” tutur Melky Lalatang bersama istri yang berasal dari sangihe.

Banyaknya tanggapan positif mendorong pengurus sementara untuk segera merealisasikan pembentukkan wadah ini.

“Usul dari rekan-rekan kawanua untuk kebaikan organisasi akan membantu pergerakan ke depan,” ucap Pdt. Kostan Padosa asal Talaud bersama rekan Maya Tuege asal Tatelu, Priska dari Airmadidi, Jordan Karamoy dari Touliang Oki, Josua, Novia Ladi dan lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan merealisasikan pembentukkan kerukunan ini, dengan semangat ‘si tou timou tumou tou’, torang samua basudara,” jelas Pdt. Herry Mangadil yang dikenal warga sekitar area tambang dengan gereja ungunya.

(HenceKaramoy/JerryPalohoon)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop