Manado – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir. Julius Jems Tuuk, memberikan apresiasi kepada tim medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou yang berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam.
Keberhasilan tersebut, menurut dia, sebagai langkah maju menjadikan Sulut sebagai daerah wisata kesehatan dan pengobatan.
“Salah satu konsep pengembangan pariwisata di Sulut yakni bidang kesehatan. Keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam adalah langkah maju,” jelas Jems Tuuk kepada wartawan di kantor DPRD Sulut, Jumat (22/4/2022).
Sekretaris Komisi 4 ini, menambahkan bahwa kualitas dokter dan fasilitas kesehatan di Sulut tak perlu diragukan, siap menangani hampir semua jenis penyakit.
“Ke depan kondisi keberhasilan ini perlu disosialisasikan bukan hanya kepada masyarakat Sulut tapi kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Sulut memiliki dokter dokter yang bukan hanya berkompeten tapi sangat profesional,” tukas Jems Tuuk.
DPRD Sulut, kata Tuuk, sementara persiapan penggodokan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) berkaitan dengan kepariwisataan pengobatan dan kesehatan.
“Kita akan menjual kepada dunia internasional bahwa di samping laut bagus, pemandangan alam bagus, orang yang datang di sini bisa berwisata dalam bentuk pengobatan,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan yang baru dipercayakan sebagai Ketua Pansus Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan.
Pansus nanti, lanjut Jems Tuuk, akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyiapkan rumah sakit terbaik.
“Sehingga orang-orang Indonesia tidak perlu berobat ke Penang dan Singapura. Cukup datang ke Manado kami menyediakan segala-galanya karena dokter kita sudah siap,” pungkas legislator terbaik peraih penghargaan Forward’s Award ini.
Diketahui, bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan tim medis RSUP Kandou bernama Joanna Lumowa dan Jovelyn Lumowa, anak anggota TNI-AD yang bertugas di Kodim Minahasa.
(***/JerryPalohoon)












