Manadonews, Reliji – Pada hari-hari itu, Raja Hizkia dari Yehuda jatuh sakit dengan penyakit yang parah, yang hampir membawanya kepada kematian.
Di tengah situasi yang serius ini, nabi Yesaya bin Amos datang kepada Hizkia dengan pesan dari TUHAN yang menggambarkan nasibnya yang tak terhindarkan.
Yesaya berkata kepadanya, “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.” (2 Raja-raja 20:1, TB).
Mendengar berita itu, Hizkia menghadapkan wajahnya ke dinding dan dengan hati yang tulus ia berdoa kepada TUHAN.
Dalam doanya, ia mengingatkan TUHAN akan hidupnya yang setia dan tulus di hadapan-Nya serta perbuatan baik yang telah dilakukannya.
Hizkia menumpahkan air mata dengan sangat sedih, memohon belas kasihan Tuhan (2 Raja-raja 20:2-3, TB).
Namun, sebelum nabi Yesaya meninggalkan pelataran tengah istana, TUHAN menyampaikan firman-Nya kepadanya. TUHAN berfirman, “Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu:
Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.” (2 Raja-raja 20:4-6, TB).
Keajaiban kesembuhan Hizkia menjadi bukti nyata kasih karunia dan perlindungan Tuhan yang tak terbatas.
Doa Hizkia yang tulus dan kesetiaannya di hadapan TUHAN menyentuh hati-Nya. TUHAN mendengarkan permohonan Hizkia, melihat air matanya yang jatuh, dan dengan rahmat-Nya, Ia mengabulkan permintaan Hizkia.
Tidak hanya itu, TUHAN berjanji untuk menyembuhkan Hizkia dan memperpanjang hidupnya selama lima belas tahun lagi.
Lebih dari itu, TUHAN berjanji untuk melindungi Hizkia dan kota Yerusalem dari ancaman raja Asyur.
TUHAN akan menjaga kota ini karena kasih-Nya dan karena janji-Nya kepada Daud, hamba-Nya yang setia.
Keajaiban kesembuhan Hizkia menggambarkan kuasa dan belas kasihan Tuhan yang tak terbatas.
Pesan ini mengajarkan kita tentang pentingnya doa yang tulus dan kesetiaan kita di hadapan Tuhan ***
Ringkasan Khotbah Bapak Semuel Piloto
Di Ibadah Raya I Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kasih Karunia Kotamobagu
Minggu 14 Mei 2023












