Manado – Sebagai tindak lanjut dari program Government to Government (G to G) Jerman yang dibuka sejak 17 Februari hingga 30 April 2023 lalu, Badan Perlindungan Pekerja Migram Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut) sudah melakukan verifikasi berkas bagi 23 pelamar program tersebut, Senin (15/4/2023).
Saat diitemui awak media di sela pelaksanaan kegiatan, kepala BP2MI Sulut, Hendra Makalalag, menyebutkan bahwa total pelamar dari Provinsi Sulut, Maluku, Maluku Utara dan Gorontalo berjumlah 23 orang.
“Tahun ini pelamar dari Sulut, Maluku, dan Gorontalo mengalami peningkatan yang cukup baik. Tahun 2022 lalu ada 19 pelamar pada program ini, namun tahun ini alhamdulilah ada 23 orang yang melamar, dari Sulut 16 orang, dari Maluku 1 orang, dari Maluku Utara 2 orang, dan dari Gorontalo 3 orang,” jelas Hendra.
Meningkatnya jumlah pendaftar yang cukup tinggi ini disebabkan karena sosialisasi yang masif yang dilakukan oleh UPT yang ia pimpin.
“Kantor kami gencar melakukan sosialisasi dan promosi program ini baik melalui media massa dan media sosial. Untuk itu peningkatannya memang cukup signifikan,” kata Hendra.
Lebih lanjut Hendra menyebutkan, bahwa setelah proses verifikasi berkas, para pelamar akan mengikuti tahapan wawancara dengan pihak Jerman.
“Setelah proses verifikasi berkas, para peserta akan menjalani proses wawancara dengan pihak Jerman yang akan dilakukan secara online,” ungkap Hendra.
Tahun ini Jerman akan menerima sekitar 600 orang, untuk itu BP2MI berencana membuka 2 batch pendaftaran di 2023 ini. Batch pertama sudah dalam tahap verifikasi dokumen sedangkan untuk batch kedua rencananya akan dibuka sekitar September 2023.
Ke-600 orang yang nantinya akan diterima bekerja di Jerman akan ditempatkan di 8 posisi yang kekurangan tenaga medis.
“Yaitu pada Unit Perawatan Intensif, Perawatan Geriatri/ Panti Asuhan/ Perawatan lansia, Bangsal Umum, Bangsal Medis dan Bedah, Ruang Operasi, Neurologi, Ortopedi dan bidang terkait, Psikiatri, Bangsal Anak dan Neonatal dengan gaji yang cukup besar yaitu sebesar € 2.300 atau Rp. 38.865.566,31 (kotor/ nilai kurs 1 Euro x Rp.16.898,07). Kemudian nanti kalau mereka lulus uji penyetaraan, gaji yang diberikan sebesar €2.800 atau Rp.47.314.602,47 (kotor/nilai kurs 1 Euro x Rp.16898,07) dengan pajak penghasilan sebesar 30%,” jelas Hendra.
Dia juga berharap, pemuda daerah Sulut, Maluku, Maluku Utara dan Gorontalo bisa diterima semua.
“Karena pastinya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan daerah kita juga,” pungkas Hendra Makalalaq.
(BenyaminAlfonso)












