MANADO,MANADONEWS- Maraknya pengoperasian Go-Jek, Go-Kar serta Taxi Gelap di Sulawesi Utara membuat geram sejumlah.pemilik angkot dan pengusaha angkutan di Sulut.
Buktinya, Kamis (23/3) Dewan Pimpinan Cabang Organda Sulut akan mengelar aksi damai. Aksi demo damai itupun akan melibatkan sekira 500 angkutan kota plus sopir angkot dan AKDP.
Menurut Ketua Organda Manado Feldy Kaloh Moleong, demo para pengusaha sopir angkot serta pengusaha sopir taxi ini, pada dasarnya mendesak pemerintah untuk menghapuskan sistim pengoperasian Go-Jek, Go-Kar serta Taxi Gelap di kota manado. Itu dikarenakan mereka merupakan angkutan kota yang tidak resmi bahkan tidak pernah membayar Kir dan retribusi didinas perhubungan bahkan telah merugikan kami sebagai sopir dan pengusaha angkot.
“Kami menghimbau kepada seluruh sopir angkot dan taxi gelap untuk tidak mengoperasikan kendaraan mereka selama satu hari penuh, demi rasa kebersamaan dan solidaritas dari kita yang senasib dan sepenangungan,”tegas Karlo.
Sementara itu Ketua Kerukunan Basis Sopir Sopir Angkot Se Kota Manado, Semuel OS Lanongbuka menambahkan, aksi ini sebagai bentuk dari ketidakpercayaan kami terhadap sejumlah instansi tehknis yang sampai saat ini tidak mampu menindaktegas beroperasinya Go-Jek,Go-Kar serta taxi gelap.
“Sasaran kami adalah Kantor Gubernur, Deprov dan Kantor Walikota,” pungkasnya
(ONAL GAMPU)












