Berita UtamaBudayaDaerahNusa UtaraPemerintahanSangiheSulawesi Utara

Kebangkitan Adat dan Budaya: Sultan Ternate ke-49 Serukan Pentingnya Pelestarian Kearifan Lokal di Sangihe

×

Kebangkitan Adat dan Budaya: Sultan Ternate ke-49 Serukan Pentingnya Pelestarian Kearifan Lokal di Sangihe

Sebarkan artikel ini
Sultan Ternate ke-49
Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah

Tahuna, MANADONEWS.CO.ID – Dalam suasana penuh khidmat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Upacara Adat Tulude tahun ini menjadi momen bersejarah dengan kehadiran Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Mudaffar Sjah, SIP, MAP.

Dalam sambutannya, Sultan menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya sebagai warisan yang harus terus di jaga.

MANTOS

Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah mengungkapkan kebanggaannya dapat hadir di tanah leluhur yang masih memiliki ikatan darah dengan dirinya.

Kelapa Kembar, Upeti Raja Sangir (Sangihe) kepada Sultan Ternate pada Tahun 1750 yang di hadirkan kembali oleh Sultan Ternate ke 49 di Upacara Adat Tulude.

“Di dalam darah saya masih mengalir darah Raja Sangihe, Raja Manganitu yang melahirkan turunan kami di Sangihe bermarga Budiman,” ungkapnya Jumat (31/01/2025).

Kehadirannya di Sangihe di rasa sebagai kehendak Tuhan, membawah kembali benda pusaka bersejarah berupa Kelapa Kembar, pemberian Raja Sangihe kepada leluhurnya, yang setelah lebih dari 250 tahun akhirnya kembali ke tempat asalnya.

Baca Juga:  Pangdam Evaluasi Kinerja Satjar Kodam XIII/Merdeka

Selain menyoroti nilai sejarah dan hubungan kekerabatan, Sultan juga menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan pengakuan adat di tingkat nasional.

Sebagai anggota Komite I DPD RI, ia aktif mendorong pembahasan kembali Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang selama 12 tahun tertunda.

“Kami desak agar ruang diskusi pembahasan RUU Masyarakat Adat kembali di buka. Alhamdulillah, melalui Fraksi Gerindra, Pak Dasco menyatakan bahwa RUU ini akan di bahas kembali pada Tahun Sidang 2025,” jelasnya.

Dengan di sahkannya RUU tersebut, Sultan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat memanfaatkan peluang ini untuk menetapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait adat istiadat.

Sultan Ternate ke 49 Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah menerima Cenderamata (Sebilah pedang) dari Penjabat Bupati Sangihe Albert Huppy Wounde

“Regulasi ini di harapkan dapat menjadi pijakan kuat dalam melestarikan tradisi, mengembangkan budaya sebagai ikon daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sangihe,” kata Sultan.

Baca Juga:  Yulius Selvanus: Kesabaran Seorang Pemimpin dalam Jeratan Birokrasi Bebal

Sultan juga menekankan bahwa sumber daya alam memiliki keterbatasan sementara, sumber daya budaya akan tetap lestari jika terus di jaga dan di kembangkan.

“Budaya perlu di kembangkan, adat perlu di pertahankan. Jika adat di tinggalkan, jati diri akan hilang,” tegasnya.

Adat Tulude di Sangihe

Ia juga menyoroti pentingnya kebangkitan kembali tiga kerajaan besar sebagai pusat kebudayaan. Bagi Sultan, pengakuan terhadap nilai-nilai budaya kerajaan bukan berarti menghidupkan kembali sistem monarki, tetapi sebagai simbol warisan sejarah yang tetap relevan di era modern.

Mengakhiri sambutannya, Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Daerah Sangihe yang terus berupaya menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP
Berita Terbaru

MANADO,MANADONEWS.CO.ID- Kodam XIII/Merdeka menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) evaluasi kinerja satuan jajaran Kodam XIII/Merdeka tahun 2025. Rapim dipimpin langsung Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Rabu (14/1/2026) di Ruang Yudha Makodam…

ligaciputra

ligafinal

situs toto

indobet365

toto22

toto21

toto21