Tomohon, Manadonews.co.id – Pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-38 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tahun 2025 di Kota Tomohon memicu kontroversi. Bukan karena agenda sidangnya, melainkan karena pengamanan super ketat yang dinilai berlebihan hingga menyerupai penanganan kasus terorisme.
Kritik pedas datang langsung dari Pendeta Billy Yohanes. Ia mengaku terkejut melihat rasio jumlah aparat keamanan yang justru terlihat lebih banyak dibandingkan jumlah peserta sidang yang hadir.
Dalam keterangannya, Pendeta Billy mempertanyakan urgensi pengerahan pasukan Brimob hingga kendaraan taktis pengurai massa (water cannon) di area rumah ibadah.
“Ini sidang sinode tahunan atau sidang teroris? Jumlah polisi yang hadir melebihi peserta. Dalam sejarah Republik Indonesia, baru sekarang ini ada kegiatan gereja dengan model pengamanan seperti ini,” ujar Pendeta Billy dengan nada heran.
Ia menambahkan bahwa selama ini acara keagamaan di Sulawesi Utara, khususnya GMIM, selalu berlangsung damai dan penuh rasa hormat tanpa memerlukan unjuk kekuatan bersenjata yang mencolok.
Lebih lanjut, Pendeta Billy menyoroti keberadaan Panji Yosua, organisasi internal GMIM yang melambangkan keberanian dan penjagaan iman.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak Polres setempat sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menjaga ketertiban.
“Kita punya Panji Yosua. Seharusnya permintaan pengamanan dari Polres saja sudah cukup, tidak perlu sampai menurunkan Brimob dan water cannon,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kehadiran aparat dalam skala besar tersebut masih memicu tanda tanya di kalangan jemaat dan masyarakat sipil terkait proporsionalitas pengamanan acara keagamaan.
Suasana yang biasanya teduh kini terasa tegang akibat barikade aparat yang berjaga di lokasi.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait alasan di balik standar pengamanan yang sangat tinggi tersebut.
Diketahui, SMST ke-38 GMIM yang dilaksanakan di Bukit Inspirasi Tomohon, Selasa hingga Kamis (16-18/12/2025), menghasilkan Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th, sebagai Ketua BPMS GMIM untuk mengisi sisa masa jabatan periode 2022–2027, setelah meraih 143 suara. (Jrp)
Langsung ke konten












