Sitaro, MANADONEWS.CO.ID — Banjir bandang melanda wilayah Sondang Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Senin dini hari (5/1/2026). Bencana ini terjadi akibat curah hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang, sehingga material tanah, batu, dan pohon menutup total akses jalan penghubung Kelurahan Bahu dan Panirong.
Peristiwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA. Hujan deras yang tidak kunjung reda menyebabkan aliran air dari wilayah perbukitan meluap secara tiba-tiba dan membawa material berat ke badan jalan serta permukiman warga.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga tersapu arus, akses transportasi terputus, dan menimbulkan korban jiwa.
Data Sementara Dampak Bencana
Berdasarkan laporan awal di lapangan, dampak banjir bandang meliputi 5 unit rumah hilang, 10 korban jiwa. 2 korban telah ditemukan meninggal dunia, yakni Yance Tamalongehe (Laki-laki), Lorensi Bawolce (Perempuan). 8 korban lainnya masih dalam pencarian sementara 14 orang mengalami luka-luka.
Babinsa setempat menerima laporan dari pemerintah kampung dan segera meneruskannya ke Danramil. Danramil 1301-02/Siau Kapten Inf Steven Tedy Joseph bersama anggota langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Hingga saat ini, personel Koramil 02/Siau masih berada di lokasi guna membantu proses pencarian korban serta pembersihan material banjir.
Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, ST, MIP, menegaskan bahwa TNI bergerak cepat untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel untuk turun ke lokasi membantu pencarian korban dan mendukung upaya penanganan darurat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami,” tegas Dandim.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan masih tinggi, sehingga kemungkinan bencana susulan tetap ada,” tambah Letkol Nazarudin.
Banjir bandang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan disertai angin puting beliung, yang menyebabkan tanah menjadi labil dan aliran air membawa material berat ke wilayah permukiman dan akses jalan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban masih terus dilakukan, sementara koordinasi lintas sektor tetap berjalan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung optimal. (Riko)












