Sitaro, MANADONEWS.CO.ID – Upaya penanganan korban bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro terus dimaksimalkan. Sejak Rabu (07/01/2026) siang unit medis TNI telah standby di lokasi pengungsian Museum Sitarountuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana.
Unit medis tersebut bekerja bersinergi dengan Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan (Dinkes), melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan pengobatan kepada para pengungsi yang mengalami keluhan akibat dampak bencana.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, penanganan penyakit ringan, pemberian obat-obatan, serta pemantauan kondisi kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Kehadiran tenaga medis di lokasi pengungsian menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga di tengah situasi darurat, sekaligus memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat.
Selain pelayanan medis, upaya trauma healing bagi korban bencana juga tengah dipersiapkan. Koordinasi terus dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk menghadirkan pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami trauma akibat bencana.
Komandan Kodim (Dandim) 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dan pemulihan mental warga merupakan bagian tak terpisahkan dari penanganan pascabencana.
“Kami memastikan unit medis TNI siap melayani warga di pengungsian dengan bekerja sama bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Selain kesehatan fisik, pemulihan psikologis korban juga menjadi perhatian kami, sehingga trauma healing sedang kami koordinasikan agar segera dilaksanakan,” ujar Letkol Nazarudin.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar penanganan korban bencana dapat berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.
Kesiapsiagaan unit medis TNI di lokasi pengungsian merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung misi kemanusiaan dan memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan pelayanan yang layak.
Dengan pelayanan kesehatan yang optimal dan rencana trauma healing yang terkoordinasi, diharapkan para pengungsi dapat segera pulih dan bangkit dari dampak bencana yang dialami. (Riko)












