Sitaro, MANADONEWS.CO.ID – Satgas Gabungan Batalyon Zeni Tempur 19/YKN (Gulbencal) bersama Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat melaksanakan pembersihan gereja yang terdampak bencana banjir bandang di Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro Kamis (08/01/2026).
Kegiatan pembersihan difokuskan pada pengangkatan material lumpur, pasir, batu, serta puing-puing yang masuk ke dalam dan sekitar area gereja akibat terjangan banjir bandang. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan rumah ibadah agar dapat kembali digunakan oleh jemaat.
Dengan semangat gotong royong, personel Satgas Gulbencal, anggota Polri, aparatur pemerintah setempat, serta warga setempat bahu-membahu membersihkan bagian dalam dan lingkungan gereja. Kegiatan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
Pembersihan rumah ibadah dinilai penting, tidak hanya untuk pemulihan fisik bangunan, tetapi juga untuk memulihkan ketenangan batin dan kehidupan rohani masyarakat pascabencana.
Komandan Kodim (Dandim) 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, ST, M.I.P., menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembersihan rumah ibadah merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan.
“Rumah ibadah memiliki peran penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami bersama Polri, pemerintah setempat dan warga bergotong royong membersihkan gereja agar dapat segera digunakan kembali dan memberi kekuatan rohani bagi jemaat pascabencana,” ujar Letkol Nazarudin.
Ia juga menambahkan bahwa TNI akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pihak dalam membantu pemulihan fasilitas umum dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah terdampak.
Kegiatan pembersihan gereja di Kampung Peling ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan pascabencana banjir bandang di wilayah Pulau Siau. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (Riko)












