Sitaro, MANADONEWS.CO.ID – Kepedulian terhadap kondisi psikologis korban bencana banjir bandang terus ditunjukkan oleh TNI bersama instansi kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan di Pos Kesehatan dan Puskesmas Ulu Siau, sebagai bagian dari penanganan pascabencana, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan trauma healing ini melibatkan psikolog Jeinner J. Rawung, S.Psi., M.Pd., CFH.Psy, yang memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak, khususnya korban yang mengalami luka fisik dan tekanan mental akibat bencana banjir bandang.
Pendampingan dilakukan secara langsung kepada pasien di ruang perawatan, dengan pendekatan komunikasi empatik, observasi kondisi emosional, serta pemberian penguatan mental agar korban tidak larut dalam trauma berkepanjangan.
Selain penanganan medis, trauma healing dinilai sangat penting untuk membantu korban bangkit secara mental, terutama bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga, rumah, maupun harta benda akibat bencana.
Komandan Kodim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, ST., M.I.P, menegaskan bahwa pemulihan psikologis merupakan bagian tak terpisahkan dari misi kemanusiaan TNI.
“Selain fokus pada evakuasi, pengobatan dan pemenuhan kebutuhan dasar, kami juga memberi perhatian serius pada kondisi psikologis korban. Trauma healing ini penting agar masyarakat, khususnya korban yang dirawat, dapat pulih secara mental dan memiliki semangat untuk bangkit kembali,” ujar Dandim.
Ia menambahkan bahwa Kodim 1301/Sangihe terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta tenaga profesional untuk memastikan layanan kesehatan fisik dan mental berjalan beriringan.
Kegiatan trauma healing ini merupakan hasil sinergi antara TNI, Puskesmas Ulu Siau dan tenaga kesehatan daerah, sebagai bentuk pelayanan menyeluruh kepada masyarakat terdampak bencana.
Dandim juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami akan terus mendampingi masyarakat, tidak hanya sampai masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana. Harapan kami, warga tetap kuat, saling mendukung, dan tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” tutup Letkol Czi Nazarudin.
Dengan adanya pendampingan psikologis ini, diharapkan para korban banjir bandang di wilayah Siau dapat segera pulih, baik secara fisik maupun mental, serta kembali menjalani aktivitas kehidupan dengan lebih baik. (Riko)












