BITUNG,MANADONEWS.CO.ID– Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempie Ramandei bertindak sebagai Inspektur Upacara memimpin apel gelar kesiapan latihan berganda siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gel III TA 2025 (OV), dengan Komandan Upacara Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, Senin (26/1/2026) di
Lapangan Hitam Secata Rindam XIII/Merdeka, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Latihan Berganda yang diikuti sebanyak 509 siswa Dikmata TNI AD Gel III TA 2025 ini dilaksanakan selama kurang lebih 5 hari dari tanggal 26 Januari sampai dengan 31 Januari 2026 bertempat di daerah latihan Kota Bitung.
Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempie Ramandei dalam sambutannya mengatakan latihan berganda merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian kegiatan pendidikan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan, bertujuan untuk mengukur dan menilai tingkat kemampuan prajurit siswa dalam mengaplikasikan materi materi pelajaran yang sudah diterima sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan selanjutnya sehingga dapat menjalankan tugas di satuan nantinya.
“Latihan berganda ini sekaligus bertujuan untuk membekali, melatih dan mengasah kemampuan prajurit siswa sebelum masuk di kecabangan nantinya, sehingga kalian bisa menjadi prajurit yang tangguh dan dapat diperhitungkan setelah selesai dari Rindam XIII/Merdeka,” ujar Danrindam Merdeka.
Maka dari itu, ada beberapa penekanan Danrindam XIII/Merdeka untuk para prajurit siswa pedomani dan laksanakan, pertama, laksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur latihan yang berlaku dan penuh rasa tanggung jawab, kedua, patuhi prinsip-prinsip latihan yang baik dan benar serta perhatikan faktor keamanan.
Ketiga, jalankan latihan ini dengan disiplin dan loyalitas serta semangat juang yang tinggi. Ingat selalu semboyan prajurit TNI, lebih baik mandi keringat dalam latihan dari pada mandi darah di medan pertempuran.
Keempat, adakan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan instansi terkait dan segenap warga di sekitar daerah latihan dengan mengedepankan komunikasi, kekeluargaan, saling menghormati dan saling menghargai. Jadilah contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat setempat.
Kelima, jaga nama baik diri pribadi dan satuan dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun selama pelaksanaan latihan.
“Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan bimbingan serta keselamatan kepada kita semua sehingga latihan berganda dapat berjalan dengan tertib, lancar dan aman,” kata Danrindam. (Regina.TS)












