TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Perayaan syukur 95 Tahun SD Katolik Spes Patriae dan 53 Tahun TK Katolik Santa Theresia Manganitu bukan sekadar peringatan usia, melainkan momentum iman untuk merefleksikan kembali panggilan sekolah Katolik sebagai ruang pembentukan manusia seutuhnya berakal budi, beriman, dan berkarakter.
Refleksi tersebut disampaikan Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, Pastor Jacob Adilang, Pr, dalam homilinya yang berpijak kuat pada bacaan liturgi hari itu, yakni 2 Samuel 7:4–17 dan Injil Markus 4:1–20.
Dalam bacaan pertama dari Kitab 2 Samuel 7:4–17, dikisahkan bagaimana Allah menegaskan kesetiaan-Nya kepada Daud. Bukan Daud yang membangun rumah bagi Tuhan, melainkan Tuhan sendiri yang menjanjikan masa depan dan keturunan yang kokoh bagi Daud.
Menurut Pastor Jacob, bacaan ini menegaskan bahwa segala karya besar lahir dari kesetiaan Allah, bukan semata dari kemampuan manusia.
“Sekolah ini bisa bertahan hingga 95 tahun bukan hanya karena kecakapan manusia, tetapi karena penyertaan Tuhan yang setia dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Bacaan Injil Markus 4:1–20 menampilkan Yesus sebagai Guru yang berkeliling mengajar, sekaligus menyingkapkan metode pengajaran-Nya melalui perumpamaan tentang benih yang ditaburkan.
Pastor Jacob menegaskan bahwa mengajar adalah bagian hakiki dari perutusan Yesus, yang kemudian diwariskan kepada Gereja. Dari lima tugas perutusan Gereja koinonia (persekutuan), leiturgia (perayaan iman), diakonia (pelayanan), kerygma (pewartaan dan pengajaran), dan martyria (kesaksian)tugas mengajar menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan iman.
Dalam perumpamaan itu, Yesus menggambarkan benih yang jatuh di tanah berbatu, di semak belukar dan di tanah subur yang akhirnya berbuah berlipat ganda.
“Sekolah hadir untuk menyiapkan anak-anak menjadi tanah yang subur, agar nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan tidak layu atau tenggelam, melainkan bertumbuh dan berbuah,” jelas Pastor Jacob.
Secara khusus, Pastor Jacob mengulas makna Spes Patriae Harapan Bangsa. Harapan itu, katanya, tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik atau keberhasilan materi.
“Hidup yang baik bukan hanya soal menjadi orang hebat atau kaya, tetapi hidup yang keluarganya terawat, relasinya sehat, dan kehadirannya membawa manfaat bagi sesama, Gereja, dan bangsa,” tuturnya.
Ia berharap para lulusan SD Katolik Spes Patriae kelak sungguh menjadi orang-orang baik, yang memancarkan nilai kasih dalam cara berpikir dan bertindak sebagaimana makna nama sekolah itu sendiri.
Lebih lanjut, Pastor Jacob menekankan bahwa keluarga adalah tanah subur pertama bagi pertumbuhan iman dan karakter anak. Sekolah hanya menabur dan merawat, tetapi keluarga menentukan apakah benih itu dapat bertumbuh dengan sehat.
“Anak-anak belajar terutama dari teladan. Keluarga yang hidup dalam kasih, saling menghargai, dan setia akan menjadi sekolah kehidupan yang paling kuat,” ungkapnya.
Ia mengajak para orang tua untuk menjadikan rumah sebagai ruang pembinaan iman, karakter, dan kemanusiaan, sehingga nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat berakar dan berbuah dalam kehidupan nyata.
Di usia hampir satu abad, SD Katolik Spes Patriae dan TK Katolik Santa Theresia Manganitu dipanggil untuk terus setia pada jati dirinya: membentuk manusia seturut citra Allah, sebagaimana ditegaskan dalam iman Kristiani manusia yang mengasihi, sabar, murah hati, dan bertanggung jawab.
“Semoga sekolah ini terus melahirkan generasi yang menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan bangsa,” pungkas Pastor Jacob.
Pada kesempatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan Operator Sekolah Retno Laodini yang telah mengabdikan diri selama 10 Tahun bersama SD Katolik Spes Patriae Manganitu dan akan melanjutkan tugas pengabdian ditempat tugas yang baru.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sangihe Dra Julien Manangkalangi, Direktur Politeknik Nusa Utara Ferdinand Gansalangi M.Kes, Camat Manganitu Julian Pesik SSTP, Kapolsek Manganitu Iptu R. Supit, Danramil Manganitu Serma Onesiforus Kakinsale, Korwil Manganitu J.A. Sinadia, Bunda Paud Kecamatan Manganitu Ny Pesik Abram, Para pengawas, Suster Xaveria DSY, Guru-Guru, Orang tua dan para siswa dan undangan. (Riko)












