TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Upacara Adat Tulude Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan dan berkat-Nya sepanjang perjalanan daerah hingga memasuki usia lebih dari enam abad.
Pelaksanaan Tulude tahun ini berlangsung dalam suasana penuh sukacita, khidmat, dan sarat makna budaya. Upacara adat warisan leluhur masyarakat Nusa Utara tersebut kembali ditegaskan sebagai identitas kultural sekaligus perekat persatuan masyarakat Kepulauan Sangihe.
Upacara Adat Tulude tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi perjalanan sejarah, nilai-nilai luhur, serta semangat kebersamaan yang diwariskan para leluhur. Dalam konteks HUT ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe, Tulude menjadi simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam membimbing daerah ini melewati berbagai dinamika zaman.
“Upacara Adat Tulude dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum rohani dan budaya untuk mensyukuri penyertaan Tuhan sekaligus meneguhkan kembali jati diri orang Sangihe yang beradat, beriman, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” ujar Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memaknai peringatan HUT daerah sebagai kesempatan untuk meneguhkan kembali jati diri daerah yang berakar pada adat, iman, dan budaya, sekaligus menatap masa depan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Melalui Tulude, kita diajak untuk memaknai sukacita secara utuh, baik dalam keberhasilan maupun tantangan yang telah dilalui. Semua itu adalah bagian dari proses pendewasaan iman dan kebersamaan masyarakat Sangihe dalam menyongsong masa depan,” ungkap Thungari.
Melalui pelaksanaan Upacara Adat Tulude, Pemkab Kepulauan Sangihe menegaskan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Tradisi Tulude dipandang bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter, penguatan identitas generasi muda, serta media pemersatu masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berkomitmen menjadikan adat dan budaya sebagai kekuatan pembangunan. Pelestarian tradisi seperti Tulude adalah investasi jangka panjang untuk menjaga identitas daerah, mempererat persaudaraan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” tegasnya.
Kehadiran unsur adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat dalam perayaan ini menjadi bukti bahwa budaya tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.
Pelaksanaan Tulude dan HUT ke-601 Kepulauan Sangihe tahun 2026 juga mencerminkan harmoni antara adat, iman, dan penyelenggaraan pemerintahan. Nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, kerja sama, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial menjadi spirit utama dalam membangun daerah.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap, melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat dapat terus memperkuat sinergi, menjaga persatuan, serta berkontribusi aktif dalam mendukung program-program pembangunan demi kesejahteraan bersama.
Dengan mengusung semangat Tulude dan peringatan HUT ke-601, Pemkab Kepulauan Sangihe mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada kearifan lokal. (Advetorial)
Langsung ke konten












