banner 600x160
Berita TerbaruBerita UtamaTravel

Patung Dol Hareubang, “Kakek Batu” Penjaga Pulau Jeju

×

Patung Dol Hareubang, “Kakek Batu” Penjaga Pulau Jeju

Sebarkan artikel ini

Jeju, MN – Pulau Jeju di Korea Selatan tidak hanya dikenal karena lanskap vulkaniknya, tetapi juga karena simbol budaya yang berdiri kokoh di berbagai sudut wilayah: patung Dol Hareubang.

Patung batu berbentuk manusia ini menjadi representasi identitas lokal sekaligus penjaga simbolis masyarakat setempat.

MANTOS

Dol Hareubang berasal dari dialek Jeju yang berarti “kakek batu”.

Patung ini dipahat dari batu basal vulkanik dan biasanya menampilkan wajah bulat, mata besar, hidung panjang, serta kedua tangan bertumpu di bagian perut.

Bentuk topi yang menyerupai jamur menjadi ciri khas visualnya.

Secara historis, patung-patung tersebut diyakini muncul paling tidak sejak masa Dinasti Joseon pada abad ke-18.

Catatan tahun 1754 menyebutkan pendirian patung batu di Benteng Jeju sebagai penjaga gerbang wilayah.

Hingga kini, fungsi simboliknya tetap melekat.

Dol Hareubang dipercaya melindungi desa dari roh jahat sekaligus melambangkan kesuburan, sehingga kerap ditempatkan di pintu masuk pemukiman atau bangunan penting.

Meski asal-usulnya belum sepenuhnya pasti, sejumlah teori berkembang.

Ada yang mengaitkannya dengan pengaruh budaya Pasifik Selatan, ada pula yang melihat kemiripan dengan patung batu Mongolia, sementara sebagian peneliti menilai tradisi ini berkembang secara lokal di Jeju.

Kini, patung Dol Hareubang tidak hanya menjadi artefak sejarah, tetapi juga simbol pariwisata.

Replika patung dijual sebagai suvenir, dan figur “kakek batu” itu tampil sebagai ikon visual yang merepresentasikan warisan budaya Pulau Jeju di mata dunia.

 

Patung Dol Hareubang, hidungnya hilang karena sering dipegang (Jeju island)
Patung Dol Hareubang, hidungnya hilang karena sering dipegang (Jeju island)

 

 

Dol Hareubang dan Jejak Spiritualitas Batu di Jeju

 

Patung Dol Hareubang merupakan salah satu warisan budaya rakyat paling ikonik di Pulau Jeju.

Dengan postur sederhana namun ekspresi khas, patung ini merefleksikan hubungan panjang masyarakat pulau dengan alam dan spiritualitas.

Dipahat dari batu vulkanik, Dol Hareubang lazim dipasang berpasangan di gerbang desa.

Posisi tangan yang berbeda memiliki makna simbolis salah satunya melambangkan pejabat sipil atau militer dan sekaligus menandakan peran mereka sebagai pelindung dari bencana maupun kesialan.

Penempatannya di pintu masuk benteng atau wilayah permukiman menunjukkan fungsi sosialnya sebagai penanda batas sekaligus penjaga simbolis. Patung ini bahkan menjadi bagian dari sistem penanda keamanan tradisional masyarakat Jeju.

Selain makna perlindungan, Dol Hareubang juga dikaitkan dengan simbol kesuburan.

Kepercayaan lokal menyebut patung ini membawa berkah bagi pasangan, yang membuatnya identik dengan citra Jeju sebagai destinasi bulan madu.

Perjalanan waktu mengubah statusnya dari artefak ritual menjadi ikon budaya. Sejak 1971, istilah “Dol Hareubang” ditetapkan sebagai nama resmi simbol Pulau Jeju, dan kini patung tersebut menjadi representasi identitas daerah yang tampil di ruang publik hingga industri pariwisata.

Di tengah modernisasi, keberadaan Dol Hareubang mengingatkan bahwa batu bukan sekadar material alam, tetapi juga medium narasi sejarah tentang perlindungan, kepercayaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi.(AL)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop
Berita Terbaru

SITARO, MANADONEWS.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siau Barat Selatan resmi dioperasikan melalui kegiatan peresmian yang dilaksanakan di Kampung Legaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro,…

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d