MANADO — Hasil jaring aspirasi (reses) anggota DPRD Sulawesi Utara dipastikan tidak akan berakhir menjadi tumpukan dokumen di meja rapat.
Berbagai jeritan hati masyarakat mengenai sektor-sektor vital bakal langsung diboyong ke meja pembahasan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait.
Sektor pendidikan, pertanian, fasilitas rumah ibadah, keandalan listrik, hingga pembenahan infrastruktur mendesak menjadi deretan isu utama yang siap dikawal oleh legislatif.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Sulut, Hi. Amir Liputo, menegaskan bahwa masa reses harus memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh warga.
“Reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum bagi kami untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai kepada pemerintah. Aspirasi yang menyangkut pendidikan, pertanian, rumah ibadah, listrik maupun infrastruktur akan kami kawal agar mendapat tindak lanjut yang nyata,” tegas politisi PKS tersebut.
Liputo yang menggelar reses di Dapil Kota Manado, Sabtu hingga Senin (1-3/8/2026), menekankan, seluruh masukan warga yang masuk akan disaring dan dijadikan bahan pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan serta alokasi anggaran daerah mendatang, sehingga program kerja Pemda dapat meluncur tepat sasaran. (**Jrp)












