Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruDaerahNusa UtaraPemerintahanSangiheSulawesi Utara

Kemerdekaan di Wilayah Kepulauan, Thungari Bicara Listrik, Konektivitas hingga Ancaman Kebakaran

1475
×

Kemerdekaan di Wilayah Kepulauan, Thungari Bicara Listrik, Konektivitas hingga Ancaman Kebakaran

Sebarkan artikel ini

Tahuna, MANADONEWS.CO.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus mengungkap sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.

Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari usai mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Gelora Santiago, Kecamatan Tahuna Timur, Senin (17/8/2026).

MANTOS

Upacara berlangsung khidmat dan lancar. Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan para pelatih yang telah menjalankan tugas dengan baik.

“Saya sangat bersyukur upacara pengibaran bendera Merah Putih berhasil dengan baik dan berjalan lancar. Semua berkat kerja sama Paskibraka dan teman-teman pelatih dalam melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Thungari.

Namun, bagi pemerintah daerah, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pembangunan telah dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah kepulauan.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah bertambahnya desa yang mendapatkan layanan listrik 24 jam.

Melalui koordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan PLN Suluttenggo, tahun ini Desa Beng Laut dan Bebalang telah mendapatkan layanan listrik 24 jam.

Keduanya menambah tiga desa yang sebelumnya telah menikmati layanan serupa, yakni Nanedakele, Lipang dan Laotongan.

Dengan demikian, saat ini terdapat lima desa kepulauan di Sangihe yang telah menikmati listrik selama 24 jam.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan. Thungari mengungkapkan terdapat delapan desa yang belum menikmati listrik 24 jam, sementara enam desa lainnya bahkan belum mendapatkan layanan listrik sama sekali.

Pemkab Sangihe menargetkan seluruh wilayah tersebut dapat terlayani listrik hingga 2028.

Sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan, konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta mempercepat pembangunan.

Thungari mengatakan, pembangunan di Sangihe tidak dapat dilepaskan dari dukungan pemerintah pusat. Keberadaan kapal perintis, transportasi udara dan berbagai program pembangunan menjadi bagian penting dalam menjaga keterhubungan masyarakat di pulau-pulau.

“Negara Republik Indonesia sudah memberikan banyak untuk daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe selama puluhan tahun. Kita tahu daerah ini 90 persen bergantung pada pemerintah pusat,” ungkapnya.

Menurut Thungari, kondisi geografis Sangihe yang terdiri dari banyak pulau membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.

“Kami senantiasa memberikan prioritas di setiap bagian dan semoga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Di tengah pembahasan pembangunan, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan yang saat ini dihadapi masyarakat.

Sangihe telah mengalami kondisi tanpa hujan selama sekitar satu bulan. Situasi tersebut meningkatkan risiko kebakaran dan sejauh ini telah terjadi sedikitnya empat kasus.

Pemerintah daerah telah menyiagakan tangki air dan armada pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi. Namun, Thungari menegaskan pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Masyarakat diminta berhati-hati saat melakukan aktivitas pembakaran, terutama dengan memperhatikan kondisi angin dan lingkungan sekitar.

“Kalau membakar sesuatu harus melihat kondisi angin,” pesannya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kepulauan Sangihe pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Di sisi lain, perayaan kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan pembangunan yang harus terus dilanjutkan.

Pemerataan listrik, konektivitas antarpulau dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian dari tantangan pemerintah dalam menghadirkan makna kemerdekaan hingga ke wilayah-wilayah kepulauan dan perbatasan. (Riko/Gina)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado