MANADO, MANADONEWS.CO.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mematangkan arah pembangunan infrastruktur untuk tahun 2027. Fokus tersebut terutama diarahkan pada perbaikan dan pembangunan jalan, termasuk di wilayah kepulauan yang masih memiliki ruas jalan provinsi yang belum tersentuh secara optimal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus usai peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (23/9/2026).
Yulius mengatakan, Pemprov Sulut saat ini tengah mengupayakan relaksasi terhadap kewajiban utang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), tanpa mengabaikan kewajiban pembayaran utang tersebut.
“Kita ada minta relaksasi utang PEN. Utang PEN yang selama ini kita tertib membayar, kita minta relaksasi untuk dikendorkan, tapi tetap kewajiban kita membayar utang tetap dilakukan,” ujar Yulius.
Menurutnya, dengan adanya relaksasi tersebut, ruang fiskal yang sebelumnya digunakan untuk pembayaran utang dapat lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur.
“Kalau itu ada relaksasi, maka uang yang biasanya kita pakai untuk bayar H utang kita bisa tumpahkan ke infrastruktur. Dan itu program di 2027,” jelasnya.
Menariknya, ketika ditanya mengenai wilayah yang akan menjadi sasaran pembangunan infrastruktur, Gubernur secara khusus menyebut Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.
“Karena kita masih ada hutang di Sangihe dan di Talaud,” katanya.
Yulius menjelaskan, perhatian tersebut berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan di kedua wilayah kepulauan tersebut.
“Di Sangihe ada jalan provinsi yang belum sama sekali tersentuh. Di Talaud jalan lubangnya bertahun-tahun tidak pernah ditutup,” ungkapnya.
Karena itu, Pemprov Sulut memastikan rencana pembangunan 2027 akan memasukkan perbaikan dan pembangunan jalan di Sangihe serta Talaud.
“Jadi 2027 kami sepakat untuk kita anggarkan perbaikan dan pembuatan jalan di sana,” tegas Yulius.
Selain mengarahkan ruang fiskal untuk infrastruktur, Gubernur juga menargetkan kewajiban utang PEN Pemprov Sulut dapat diselesaikan secara keseluruhan pada 2029.
“Target 2029 hutang PEN kita lunas semua,” tandasnya.
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas jalan di wilayah kepulauan, menjadi salah satu agenda yang akan mendapat perhatian dalam penyusunan program dan anggaran Sulawesi Utara tahun 2027.
Bagi Sangihe dan Talaud, rencana tersebut menjadi perhatian penting mengingat akses jalan provinsi merupakan salah satu infrastruktur strategis yang menunjang mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas antarwilayah.
(Riko)












