MANADO, MN — Menangani bayi baru lahir membutuhkan ketelitian, pengalaman, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang tidak selalu mudah. Di bidang inilah Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp. Neo(K), menekuni perjalanan profesionalnya sebagai dokter spesialis anak konsultan neonatologi di Manado.
Lahir di Manado pada 9 Juli 1971, Rocky membangun kariernya melalui pelayanan medis, pendidikan kedokteran, dan penelitian. Perjalanan tersebut sebagian besar berlangsung di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) dan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran di UNSRAT pada 1994 dan memperoleh gelar dokter pada 1996. Pendidikan spesialis anak diselesaikannya pada 2005. Setelah itu, ia memperdalam keahlian neonatologi dan perinatologi hingga memperoleh kualifikasi konsultan pada 2011.
Pendidikan akademiknya berlanjut ke jenjang doktoral di Universitas Hasanuddin. Pada 2015, Rocky meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kedokteran.
Perjalanan pendidikan tersebut menjadi bekal untuk menekuni bidang kesehatan bayi baru lahir, terutama penanganan kondisi yang membutuhkan perhatian medis khusus.
Dalam riwayat hidupnya, Rocky tercatat menjabat sebagai Ketua Divisi Neonatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT–RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou sejak 2006.
Neonatologi merupakan bidang kedokteran yang berfokus pada kesehatan bayi baru lahir, termasuk bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, dan bayi yang mengalami komplikasi setelah persalinan. Penanganannya membutuhkan pemahaman klinis yang mendalam, terutama ketika kondisi pasien dapat berubah dalam waktu singkat.
Perhatian Rocky terhadap bidang ini terlihat dalam daftar penelitian yang dikerjakannya selama bertahun-tahun. Sejumlah penelitian membahas sepsis neonatorum, asfiksia, hiperbilirubinemia, serta berbagai faktor yang berhubungan dengan kondisi dan luaran kesehatan bayi.
Pada 2010, ia tercatat memimpin penelitian mengenai hubungan hiperbilirubinemia pada bayi cukup bulan dengan keterlambatan perkembangan anak usia dua hingga empat tahun. Pada tahun yang sama, ia juga memimpin penelitian mengenai faktor risiko sepsis awitan dini.
Penelitian lainnya mencakup penggunaan indikator laboratorium untuk membantu diagnosis dan memperkirakan luaran sepsis neonatorum. Pada 2020, ia tercatat sebagai ketua tim penelitian mengenai dampak sepsis neonatorum terhadap fungsi hati pada bayi yang dirawat di unit perawatan intensif neonatal atau NICU.
Dua tahun kemudian, ia kembali memimpin penelitian mengenai faktor risiko dan luaran klinis sepsis neonatal di rumah sakit rujukan tersier di Manado.
Dalam daftar penelitian tahun 2025 dan 2026, tema kesehatan anak masih muncul melalui kajian tentang prediksi luaran sepsis neonatorum, kualitas hidup anak dengan tuberkulosis paru, pengaruh penggunaan obat antiepilepsi terhadap kualitas hidup anak, serta rasio ferritin-albumin sebagai prediktor mortalitas dan lama rawat inap pada sepsis neonatorum.
Rangkaian penelitian tersebut memperlihatkan perhatian akademiknya pada persoalan diagnosis, faktor risiko, dan perkembangan kondisi pasien. Adapun dampak klinis setiap penelitian perlu dinilai berdasarkan hasil, metode, dan publikasi ilmiahnya.
Selain pelayanan klinis, Rocky memiliki pengalaman dalam pengelolaan pendidikan kedokteran di UNSRAT.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Profesi Dokter FK UNSRAT pada 2011–2015 dan Sekretaris Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Ilmu Kesehatan Anak pada 2014–2015.
Karier manajerialnya berlanjut sebagai Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNSRAT selama dua periode, yakni 2015–2018 dan 2018–2022. Pada periode 2015–2022, ia juga tercatat sebagai Ketua Staf Medis Fungsional (SMF) Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Ia turut menjadi anggota Senat Fakultas Kedokteran UNSRAT pada 2018–2022.
Dalam dokumen riwayat hidupnya, akreditasi Bagian Ilmu Kesehatan Anak tercatat berubah dari B menjadi A pada periode 2015–2018, kemudian dari A menjadi Unggul pada periode 2018–2022.
Capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan institusi. Penilaian mengenai kontribusi masing-masing individu terhadap perubahan akreditasi memerlukan data pendukung yang lebih terperinci.
Di lingkungan pendidikan kedokteran, tanggung jawab akademik tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kuliah. Proses pendidikan juga mencakup pembimbingan, pengembangan kompetensi klinis, dan pembaruan pengetahuan sesuai perkembangan ilmu kedokteran.
Rocky tercatat mengajar sejumlah mata kuliah neonatologi serta terlibat dalam berbagai modul pembelajaran dan kegiatan keterampilan klinis di Fakultas Kedokteran UNSRAT.
Perkembangan ilmu kedokteran menuntut tenaga medis terus memperbarui kemampuan. Rocky tercatat mengikuti berbagai seminar, simposium, dan pelatihan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Dalam sejumlah kegiatan, ia tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelatih dan pembicara. Salah satu bidang yang mendapat perhatian ialah resusitasi neonatus, keterampilan untuk membantu bayi yang mengalami kesulitan bernapas atau membutuhkan pertolongan segera setelah lahir.
Riwayat hidupnya mencatat keterlibatan sebagai pelatih resusitasi neonatus di Makassar pada 2012 dan 2013, serta di Manado pada 2014.
Keterlibatan dalam pelatihan semacam ini penting dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Pengetahuan dan keterampilan medis perlu diteruskan kepada tenaga kesehatan lain agar penanganan pasien dapat dilakukan secara tepat sesuai kompetensi masing-masing.
Di luar kegiatan rumah sakit dan kampus, Rocky juga tercatat mengikuti berbagai kegiatan masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Kegiatan tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, antara lain Desa Wewelen di Minahasa, Desa Sonsilo di Minahasa Utara, Desa Marinsow di Likupang Timur, Kelurahan Kasawari di Bitung, Kelurahan Bailang di Manado, dan Desa Pontak I di Minahasa Selatan.
Dalam kegiatan-kegiatan itu, ia terlibat bersama tim pelayanan kesehatan, baik sebagai anggota maupun ketua tim.
Pelayanan langsung kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan kesehatan, terutama bagi warga yang membutuhkan akses pemeriksaan dan pengobatan. Namun, keberlanjutan pelayanan tetap bergantung pada dukungan fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan sistem rujukan yang memadai.
Perjalanan Rocky Wilar memperlihatkan keterlibatan dalam tiga ranah yang saling berkaitan: pelayanan kesehatan anak, pendidikan kedokteran, dan penelitian klinis.
Fokusnya pada neonatologi menempatkannya pada bidang yang berhubungan dengan salah satu fase paling rentan dalam kehidupan manusia, yakni masa awal setelah kelahiran. Sementara itu, pengalaman mengajar dan meneliti menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan di bidang kesehatan anak.
Bagi Sulawesi Utara, pengembangan pelayanan kesehatan anak tidak hanya membutuhkan dokter spesialis, tetapi juga fasilitas yang memadai, tenaga kesehatan terlatih, serta sistem rujukan yang dapat menjangkau masyarakat.
Dalam konteks tersebut, perjalanan profesional Rocky di lingkungan UNSRAT dan RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou menjadi bagian dari perkembangan pelayanan dan pendidikan kesehatan anak di Manado.(Steven)












