Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaDaerahTNI

Satgas Mobile Yonif 713/Satya Tama Bersama VRI dan Warga Berhasil Bangun Jembatan Merah Putih di Pedalaman Papua

58
×

Satgas Mobile Yonif 713/Satya Tama Bersama VRI dan Warga Berhasil Bangun Jembatan Merah Putih di Pedalaman Papua

Sebarkan artikel ini

PAPUA, MANADONEWS.CO.ID– Prajurit Satgas Mobile Yonif 713/Satya Tama yang bermarkas di Gorontalo menorehkan aksi nyata dalam membantu masyarakat pedalaman Papua. Melalui kolaborasi bersama Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan warga setempat, para prajurit berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Merah Putih di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Pembangunan jembatan ini merupakan inisiatif langsung dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto. Langkah konkret ini diambil untuk menjawab tantangan krisis infrastruktur penghubung di wilayah terisolasi. Jembatan Merah Putih Ugimba diresmikan pada Selasa (13/10/2026) oleh Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, yang hadir mewakili Panglima Kogabwilhan III.

MANTOS

Distrik Ugimba yang terletak di kawasan pegunungan tinggi Kabupaten Intan Jaya selama ini dikenal memiliki tantangan geografis yang berat serta keterbatasan akses transportasi yang signifikan. Keberadaan Jembatan Merah Putih ini menjadi krusial untuk mempermudah mobilitas masyarakat, memangkas waktu tempuh, serta menunjang berbagai kegiatan sosial dan aktivitas ekonomi warga.

Komandan Satgas Yonif 713/Satya Tama, Letkol Inf Widyastomo E. N., S.I.P., M.H.I., menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini adalah wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat di daerah penugasan.

“Bagi kami, pembangunan jembatan ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membantu membuka akses masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan geografis cukup berat. Kami berharap jembatan ini dapat mempermudah aktivitas warga dan mendukung kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Letkol Inf Widyastomo.

Ia menambahkan bahwa kunci keberhasilan pembangunan ini terletak pada tingginya semangat gotong royong antara prajurit TNI, tim ahli Vertical Rescue Indonesia, dan warga lokal.

“Pembangunan ini membutuhkan kerja sama dan semangat kebersamaan. Kami bersama VRI dan masyarakat berupaya agar jembatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi warga Ugimba. Harapan kami, akses yang semakin baik dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang,” tambahnya.

Yonif 713/Satya Tama merupakan satuan infanteri yang bermarkas di Gorontalo. Setelah diberangkatkan pascalatihan pada Maret 2026 lalu untuk bertugas sebagai Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini (Pamtas RI-PNG) Mobile, para prajurit tidak hanya fokus pada fungsi keamanan teritori, tetapi juga aktif terlibat dalam program teritorial dan kemanusiaan.

“Kami datang untuk menjalankan tugas negara sekaligus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagai prajurit Satya Tama, kami ingin kehadiran kami dirasakan melalui kerja nyata, dengan tetap mengutamakan kebersamaan dan menghormati masyarakat setempat,” pungkas Dansatgas.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Ugimba kini berdiri sebagai simbol sinergi dan kolaborasi dalam menjawab tantangan aksesibilitas di pedalaman Papua, sekaligus membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan warga di Distrik Ugimba. (Regina.TS)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado