Ist
BOLMONG,MANADONEWS,-.Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk sebagian wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) disinyalir bermasalah. Hal ini didapat saat ManadoNews mengunjungi salah satu penerima bantuan, yakni Ibu Ani Mandagi, warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak belum lama ini.
Dari penuturan Ani, dirinya sudah hampir setahun tak menerima uang bantuan PKH ini.
” Selain saya, kejadian ini juga terjadi pada beberapa warga Desa Labuang Uki “kata Ani.
Ditambahkan, hingga memasuki triwulan IV ini, dirinya sama sekali belum juga menerima bantuan PKH dari Kementerian Sosial.
” Padahal saya sudah sejak tahun 2009 didata dan menerima bantuan. Pendamping dari Kecamatan pernah menerangkan bahwa data kami tertukar dengan yang di Sulawesi Tengah . Padahal inikan sudah sistem online “jelasnya.
Ani membeberkan, sebelum tahun 2017 ini, dirinya mengambil bantuan tersebut di kantor pos Lolak, dan tidak ada masalah. Sejak itu, pencairannya pindah ke rekening bank masing-masing.
” Anehnya, sampai saat ini, saya belum pernah melihat, apalagi memegang buku rekening bank tersebut. Menurut pendamping yang namanya Hidayat Gobel, buku rekening dia yang urus “terangnya.
Dirinya berharap, dinas yang terkait agar secepatnya mengatasi permasalahan ini, sehingga tidak berlarut-larut dan menimbulkan masalah baru nantinya.
” Bantuan PKH ini sangat bermanfaat bagi kami untuk menyekolahkan anak, serta keperluan belajar mengajarnya. Saat ini saya hanya bergantung dari hasil jualan kue “ujar Ani penuh harap.
Ketika dikonfirmasi ke Operator PKH Dinas Sosial (Dinsos) Bolmong Jefry Sugeha membernarkan, bahwa data nomor rekening sejumlah penerima tertukar dengan penerima dari Sulawesi Tengah. Namun ini kesalahan dari bank sepenuhnya. Pihaknya juga mengaku tak tahu jelas kenapa bisa salah.
” Saya juga tak tahu jelas kenapa tertukar. Ini kesalahan dari pihak bank, karena yang tertukar rekening itu ada 500 penerima di Bolmong, semuanya dari Lolak. Ini sudah sementara berproses, semoga dalam waktu dekat cair, dan akumulasi selama setahun pasti akan dicairkan juga “jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Bolmong Lutfi Limbanadi saat ditemui dikantor menuturkan, dengan adanya permasalahan ini pihaknya sudah melapor ke Kementerian Sosial RI, dan saat ini datanya sementara diperbaiki.
” Bagi penerima mohon bersabar dan menunggu. Semoga dalam waktu dekat ini data yang tertukar bisa selesai dan bantuannya segera dicairkan “singkat Kadis.
Terkait permasalahan ini, Anggota DPRD Bolmong, Swempry Rugian angkat bicara. Dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut.
” Selaku anggota komisi III yang menjadi mitra kerja Dinsos, saya berharap permasalahan ini bisa cepat ditangani. Dinsos harus jemput bola “kata Swempry yang dikenal vokal memperjuangkan hak rakyat.
Ditambahkan, jika dalam waktu dekat ini tidak ada penyelesaian, maka dirinya akan membawa permasalahan ini untuk dibahas di rapat komisi.
” Ini masalah urgent. Jangan dianggap enteng, apalagi khusus wilayah Lolak 500 penerima, belum di kecamatan yang lain. Jangan sampai masyarakat sudah tidak percaya lagi pada pemerintah terkait bantuan-bantuan “pungkasnya.
( stvn )













