TONDANO – Untuk kesekian kalinya Pemkab Minahasa mendapat kepercayaan menggelar iven nasional bahkan internasional.
Jika pada tahun 2017, Minahasa dipercaya menggelar Paskah nasional, di tahun 2018, kepercayaan itu meningkat menjadi pelaksana Paskah Internasional yang dihadiri para pemuda dari 24 negara Asia, serta ribuan umat Kristen di Sulawesi Utara, pada Minggu (8/04/2018) di stadion Maesa Tondano.
Kegiatan yang di balut dalam Asian Ecumenical Youth Assembly Asia Easter Celebration 6 – 13 April 2018 dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM RI Dr Yasona Laoly mewakili Pemerintah Pusat.

Dalam pesan Paskah mengatakan peringatan Paskah merupakan kemenangan bagi manusia.
“Tahun lalu saya hadir di sini untuk Paskah nasional. Dan karena perintah Gubernur Sulut saya hadir di sini,” ujar Laoly.
Sementara Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, mengatakan perayaan Paskah di Sulawesi Utara yang dihadiri oleh pemuda di 24 negara merupakan kegiatan yang memiliki nilai religi bagi kehidupan pemuda yang cinta Tuhan.

“Paskah merupakan momentum yang sangat fundamental dalam rangka menciptakan pemuda yang berkualitas dan berimankan Kristus selaku kepala gereja,” tukas Olly.
Ketua PGI Pdt Dr Henriette Tabita Huttabarat Lebang yang memimpin ibadah berkotbah dengan mengambil bacaan dalam kitab Efesus 4:8-11.
Suasana Paskah masih dan sedang kita rayakan. Kehadiran pemuda Asia datang untuk menikmati keramatamahan masyarakat Sulut.

“Selamat datang torang semua ciptaan Allah. Torang samua basudara. Kebangkitan Kristus menandakan kemenangan Kristus atas dosa dan maut sehingga kita manusia hidup dalam hidup yang baru. Iman Kristus kiranya memberi semangat bahwa segala persoalan seberat apapun dapat kita selesaikan,” ujar Lebang.
“Kita harus bisa saling mengampuni agar kita bisa berdamai dengan Allah. Kita di panggil untuk menjadi terang Allah bagi manusia. Dewasa ini jangan gunakan gaget untuk kemarahan tapi gunakan untuk menebar kebaikan dan kebenaran dan jangan sampai juga membuat hubungan kita sebagai anak dengan orang tua menjadi tidak baik,” tuturnya.
Dikatakannya Gereja harus menjadi pemersatu di tengah perbedaan, karena semua adalah ciptaan Tuhan. Perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan disyukuri.
Bupati Minahasa Drs Royke H Mewoh DEA, mengaku bangga dan bersyukur atas kesuksesan kabupaten Minahasa menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik atas penyelenggaraan Paskah Internasional ini.
“Terima kasih kepada seluruh Aparat Sipil Negara serta warga Minahasa yang telah turut serta mempersiapkan serta mendoakan terselenggaranya even internasional ini,” ujar Bupati.
Imbuhnya, Minahasa sangat bersyukur sebab dalam kurun waktu beberapa tahun ini selalu ditunjuk sebagai pelaksana iven berskala nasional dan internasional.

“Terima kasih Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan untuk kabupaten Minahasa,” terangnya.
Bupati mengucap syukur atas kasih Tuhan, di mana saat khotbah berlangsung’ langit diliputi awan gelap pekat sebagai pertanda hujan akan turun, namun kuasa Tuhan sangat nyata di mana Tuhan sangat memberkati acara ini, sehingga begitu khotbah paskah selesai cuaca berubah menjadi terang oleh sinar matahari.
” Thanks God atas cuaca yang baik sehingga acara ini berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.
Acara dimeriahkan oleh penampilan Regina Indonesia Idol dan Joy Tobing Indonesia Idol dilanjutkan dengan pawai atau selebrasi Paskah oleh semua peserta ibadah paskah yang terdiri dari para pemuda GMIM dan kendaraan hias paskah star di stadion Maesa Tondano dan finis di Benteng Moraya.
Turut hadir Wagub Sulawesi Utara Steven O Kandouw, Forkopimda Sulut, Ketua TP PKK Sulut, para pejabat pemprov Sulut, Sekda Minahasa Jeffry R Korengkeng SH M.Si, ketua TP PKK Minahasa, Forkopimda Minahasa, para pejabat kabupaten Minahasa, ketua BPMS GMIM Pdt Dr H Arina, ketua Pemuda GMIM serta tamu dari luar negeri dan para undangan.
Yunita












