TALAUD, MANADONEWS –
Suasana kekeluargaan tercipta saat kampanye terbatas Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Talaud, Welly Titah – Heber Pasiak (WT-HP) di Desa Alo, Kecamatan Rainis, Kamis (19/4). Bahkan, tak sedikit di antara ratusan massa yang hadir meneteskan air mata karena terharu mendengar orasi singkat dan kesaksian hidup Welly Titah. Pada kesempatan itu, Poka sapaan akrab WT menanggapi sejumlah isu yang digiring menjatuhkan dirinya dalam menghadapi ‘kontestasi’ Pilkada Talaud 2018. “Saya diisukan menjalani pengobatan tiap kali berkunjung ke Manado karena sakit,” katanya.
Meski begitu, dirinya tak menampik. Namun, dengan tegas dia menyatakan saat ini telah disembuhkan Tuhan secara total. “Beberapa tahun lalu, jantung saya sempat berhenti. Garis lurus muncul pada layar monitor sambungan dari elektroda. Pada saat itu serasa pikiran melayang-layang. Tapi ada bisikan bahwa belum waktunya saya menghadap pencipta,” ungkapnya.
Selang beberapa menit kemudian, calon bupati nomor urut dua (2) ini terbangun. Ketika membuka matanya, seluruh keluarga, istri dan anak-anak sudah berkumpul sembari meneteskan air mata. “Keluarga dan kerabat semua berkumpul dan menangis. Mereka tahu saya telah meninggal,” beber dia.
Mulai saat itu, dirinya berjanji kepada Tuhan untuk siap jika dipakai melayani masyarakat. “Di tengah kesuksesan yang sudah diraih, berbagai godaan duniawi datang. Saya pun berpikir, dengan segala materi yang saya miliki, sudah saatnya menikmatinya. Namun Tuhan berkehendak lain. Saya mendapat teguran. Kalau saya hanya menikmati harta duniawi yang saya miliki, tentu akan masuk pada godaan-godaan dan hal-hal tidak bagus. Sehingga Tuhan berkata, “harus melayani”. Untuk itu, saya bertekad di sisa hidup, akan saya gunakan untuk pelayanan dengan mengabdikan diri bagi masyarat,” ucapnya sambil terbata-bata.
Selain itu, lanjut Poka, sehat secara jasmani juga dibuktikan saat para bakal calon bupati dan wakil bupati se-kabupaten/kota di Sulut yang mengikuti Pilkada menjalani tes kesehatan di RSUP Kandou Manado. “Waktu tes jantung, Pak Heber kalah sama saya. Beliau lari hanya 9 menit, saya 13 menit,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu masyarakat menilai sosok WT-HP merupakan figur yang tulus mengabdi dan dalam memperjuangkan hak rakyat. “Saya yakin, beliau pasti akan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil seperti kami,” tukasnya.
(*)











