Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaEkonomi & BisnisNasionalPemerintahan

Jokowi; Jelang Lebaran Harusnya Banyak Diskon dan Waspadai Inflasi

20
×

Jokowi; Jelang Lebaran Harusnya Banyak Diskon dan Waspadai Inflasi

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) siang. Foto: Setkab.go.id
Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) siang. Foto: Setkab.go.id
Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) siang. Foto: Setkab.go.id

JAKARTA, MANADONEWS – Terkait dengan hari raya Idul Fitri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kebiasaan setiap tahun bahwa harga-harga selalu naik. Untuk itu Presiden meminta seluruh menteri Kabinet Kerja agar berhati-hati terhadap inflasi, terutama inflasi menjelang lebaran.

“Ini menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan tetapi kementerian yang lain juga berperan, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN, karena juga menyangkut langsung dengan hal-hal yang berkaitan dengan inflasi,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa(7/6) siang.

MANTOS

Presiden meminta kepada semua menteri menjaga agar inflasi paling tidak harus di bawah 4 untuk tahun 2016 ini. Diakui Presiden, memang permintaan atau demand sering naik menjelang hari raya Idul Fitri. Tetapi kalau pasokan bisa dikendalikan atau pasokannya ditingkatkan, Presiden meyakini harga-harga tidak akan naik.

Presiden menggambarkan seperti negara yang lain jelang hari raya penting, misalnya akhir tahun, Natal atau Tahun Baru justru banyak diskon besar-besaran.

“Kita ini mau Idul Fitri mestinya banyak diskon gitu lho. Saya ini membayangkan ada itu, gitu lho. Tempat lain bisa, kenapa kita nggak bisa. Kita ini ndak, ini mau Idul Fitri malah cepet-cepet naik,” kata Presiden dengan nada bertanya.

Hal-hal itulah, menurut Presiden, yang harus dilakukan perubahan. “Saya yakin itu mampu kita lakukan. Sangat terkonsep, terencana, dan pelaksanaan implementasi di lapangan itu diikuti,” tuturnya.

Presiden mengingatkan, nanti dampak dari kenaikan harga ini yang terkena adalah rakyat kecil, termasuk petani, buruh tani. Karena kita juga harus ingat 82% petani kita adalah konsumen beras, meskipun petani, mereka juga konsumen beras.

[setkab]

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado
Berita Terbaru

BOLMONG,MANADONEWS.CO.ID– Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 1303/Bolmong menyelenggarakan kegiatan Bazar Murah bagi masyarakat umum. Kegiatan ini dipusatkan di Makodim 1303/Bolmong dan mulai…