Bantuan terus mengalir di posko peduli Donggala dan Palu
SULUT,MANADONEWS,-.Bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 September lalu terus mengalir.
Hal ini dikarenakan, pasca kejadian Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw dan Sekretaris Daerah Edwin Silangen langsung menginstruksikan untuk membantu para korban yang mengalami bencana tersebut.
Tercatat hingga 2 Oktober 2018 total bantuan yang diberikan dari seluruh SKPD Pemprov Sulut telah mencapai angka 50 TON. Berbagai macam bantuan seperti pakaian layak pakai, makanan, air minum, kebutuhan MCK, hingga kebutuhan anak-anak dikumpulkan secara sukarela oleh semua ASN dan THL yang ada di lingkup pemprov sulut.
Bantuan tersebut diserahkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut untuk di distribusikan ke kota Palu. 15 TON bantuan telah diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules karena daya tampung pesawat hanya mencapai 15 TON, untuk sisa bantuan akan didistribusikan melalui darat dan laut dimana 5 ton telah diberangkatkan melalui kapal Pelni dan ASDP. Selain itu juga Pemprov Sulut mengirimkan tim medis dari Dinkes.
Gubernur Olly mengapresiasi segala bentuk bantuan yang diberikan. Gubernur mengajak kepada segenap lapisan masyarakat Bumi Nyiur Melambai untuk peduli kepada para saudara yang terkena musibah di Kota Palu.
“Selain itu pun, saya menghimbau kepada masyarakat Sulut untuk tetap waspada akan datangnya bencana yang tidak pernah kita ketahui,” ujar Olly.
Sementara itu, Kepala BPBD Sulut Joy Oroh mengatakan pihak BPBD masih membuka tempat bagi mereka yang ingin memberikan bantuan kepada para korban bencana.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan tim yang telah diberangkatkan ke kota Palu untuk mendistribusikan kemana saja bantuan akan disalurkan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah memberikan bantuan logistik kepasa korban bencana sebesar 1 Miliar, 35 personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan staf Dinsosda Sulut serta unit mobil rescue taktis dan mobil truk serbaguna.
(stvn)












