BITUNG,MANADONEWS– Warga sekitar Pelabuhan Perikanan Kota Bitung digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki yang mengapung di pantai dermaga Perikanan pada hari Minggu pagi (02/06/2019) sekitar pukul 08.30 wita.
Kapolsek Aertembaga Destam Dumat saat dikonfirmasi mengaku pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa mereka melihat sosok mayat laki-laki yang mengapung di pantai dekat dermaga Pelabuhan Perikanan Bitung atau Pelelangan.
“Yoprin (52) yang berprofesi sebagai penjual es walls pda hari minggu tanggal 1 Juni 2019 sekitar Pukul 08.30 wita pergi ke Pelelangan untuk berjualan es, tiba-tiba saksi melihat di dekat dermaga yang jaraknya tidak jauh dari tepih pantai sesosok mayat dengan jenis kelamin laki-laki dalam posisi tengkurap yang menggunakan kaos berwarna kuning dan celana pedek Jins. Setelah melihat sesosok mayat tersebut saksi langsung memberitahukan kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasi dermaga Pelabuhan Perikani Samudera Bitung dan kemudian dilaporkan ke Polsek Aertembaga,” jelas Dumat.
Saksi Rikson Erik Sedubun (37) beralamat Aertembaga Satu juga menjelaskan bahwa lelaki Agus Sompah (korban) yang telah ditemukan dalam keadaan tidak benyawa di tepi pantai dekat dengan dermaga Pelabuhan Perikani Samudera Bitung saat ini menetap dilokasi rumah kost milik Chen Tonggian di Kelurahan Aertembaga Dua, Lingkungan IV RT 012, Kecamatan Aertembaga Kota Bitung.
“Dijelaskan oleh saksi bahwa lelaki Agus Sompah saat ini tinggal di rumah Kost tersebut seorang diri dikarenakan Istrinya bernama Asma Abdullah telah pisah ranjang dan saat ini telah berdomisili di Desa Moutong Tengah Dusun II, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong bersama anak-anaknya.” jelas Destam berdasarkan keterangan saksi.
Ditambahkan juga bahwa Lelaki Agus Sompah mempunyai riwayat penyakit epilepsi dan sebelum kejadian ini tepatnya pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2019 Pukul 13.00 wita bertempat dirumah kost, korban lelaki Agus Sompah sempat terjatuh karena penyakit epilepsinya kambuh kemudian dilakukan pertolongan oleh saksi dan orang yang tinggal di rumah kost tersebut.
“Korban sebelum kejadian ditemukan warga terjatuh di kos-kosannya akibat penyakitnya kambuh dan ditolong oleh warga sekitar yang tinggal disekitar rumah kos.” jelasnya.
Immanuel Manoy (59) kepala lingkungan tempat kos yang ditinggal korban kepada kami polsek Aertembaga menjelaskan, bahwa lelaki Agus Sompah berdasarkan keterangan dari pemilik Rumah kos Chen Tonggian, korban tinggal dirumah kost tersebut sejak Tahun 2013 dan sampai saat ini lelaki Agus Sompah tidak pernah melaporkan diri kepada Pemerintah Kel. Aertembaga Dua Kec. Aertembaga Kota Bitung.
“Korban sudah 6 tahun tinggal di kos-kosan tersebut, namun korban belum pernah melaporkan dirinya ke pihak pemerintah setempat,” jelas Kepala Lingkungan kepada penyidik Polsek Aertembaga.
Sementara itu Isteri dari korban yang bernama Asma Abdullah (43), mengaku bahwa pada tahun 2008, korban bersama dengan dia telah menjalin hubungan suami isteri dan mempunyai seorang anak.
“Kami telah menjalin hubungan sui isteri sejak tahun 2008 dan dianugerahi seorang anak, kemudian pada tahun 2016 kami pisah ranjang. Sebelum menjalin hubungan dengan Agus Sompah, Agus sendiri telah memilik dua orang istri dan 4 orang anak yang semuanya berdomisili di Popayato Gorontalo,” kata isteri kedua Agus sambil mengatakan bahwa memang korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi atau penyakit ayan.
Destam Dumat juga menjelaskan aktifitas keseharian korban adalah sebagai penjual ikan (tibo tibo ikan) dikompleks pelelangan Perikani Bitung. Pada saat kejadian tidak ada saksi yang melihat secara langsung,
“Korban Agus Sompah yang memiliki riwayat penyakit epilepsi ini kesehariannya sebagai penjual ikan (tukang tibo tibo ikan) di Pelelangan kemungkinkan meninggal karena penyakitnya kambuh dan terjatuh ke air laut dan tidak ada warga lain yang melihat untuk memberi bantuan pertolongan,” bebernya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari Tim Medis RSUD Manembo-nembo Bitung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dalam pemeriksaan luar dari tim medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan kepada korban, dan saat ini jenasah lelaki Agus Sompah masih berada di kamar mayat RSUD Manembo-nembo guna menunggu kedatangan dari Keluarga yang berdomisili di Popayato Propinsi Gorontalo,” tutup Destam.
(Ebyx)












