Berita Terbaru

Operasi Gaktib Gabungan Sasar Pengguna Knalpot Racing

×

Operasi Gaktib Gabungan Sasar Pengguna Knalpot Racing

Sebarkan artikel ini

MANADO,MANADONEWS.co.id-Dalam rangka penertiban kendaraan roda dua penggunaan knalpot racing, personel POM Angkatan Laut (POMAL) Lantamal VIII melaksanakan kegiatan Gaktib di Kota Manado, Sabtu (21/7/2019) pukul 23.00 wita

Kasihartip POMAL Lantamal VIII Mayor Suwarsono dikonfirmasi saat memimpin razia tersebut kepada Manadonews.co.id mengatakan, kegiatan razia ini dilaksanakan secara gabungan dengan POMAU dan pihak Kepolisian setempat.

MANTOS

Dia mengatakan,kegiatan razia digelar di Jalan Martadinata Manado dengan sasaran utama menertibkan kendaraan roda dua dan roda empat yang menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar.”Razia ini dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan dan ketertiban serta gangguan lainnya yang diakibatkan bunyi kendaraan bermotor yang tidak standar atau modifikasi.”ujarnya sambil menegaskan lokasi ini disinyalir selalu jadi tempat aksi balapan liar.

Suwarsono menambahkan, saat melakukan razia, bagi para pengendara kedapatan pelanggaran berat( menggunakan knalpot racing, surat-surat nihil dan perlengkapan kendaraan tidak lengkap) maka akan diserahkan kepada personel Kepolisian untuk di tilang, sementara bagi pelanggaran ringan (kendaraan standar,surat-surat lengkap namun sipengendara tidak menggunakan perlengkapan antara lain helem) si pengendara dikenakan sangsi push-up di lokasi razia kemudian yang bersangkutan dan kendaraan yang dibebaskan kembali.” Bagi kendaraan yang terjaring pelanggaran berat akan diserahkan kepada Polresta Manado untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.”katanya.

Pantauan media ini, saat pelaksanaan Gaktib suasana depan dan samping Rudis Danlantamal VIII dipadati pengendara yang diperiksa oleh aparat gabungan.Data saat itu sebanyak 25 unit kendaraan terjaring pelanggaran berat.(nando)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop
Berita Terbaru

Sejarah kita adalah meja perjamuan yang getir, di mana segelas visi otonomi harus diminum bersama sisa darah saudara yang tumpah, memaksa kita untuk mengenang bukan demi memuja luka, melainkan untuk…