SULUT,Manadonews.co.id-.Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Perwakilan Sulawesi Utara,Theo Runtuwene ikut memberikan apresiasi Kegiatan selam dalam rangka pemecahan tiga rekor dunia yang akan diselenggarakan di laut Kota Manado, Sulawesi Utara selama tiga hari 1-3 Agustus 2019.
Menurut Walhi, pemecahan tiga rekor dunia selam tersebut tidak memiliki dampak buruk untuk lingkungan.
Hal Ditegaskan Direktur WALHI Sulawesi Utara, Theo Runtuwene, bahwa pihaknya ikut mensupport kegiatan yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), mengingat dampak yang diberikan justru positif untuk masyarakat dan tidak mengganggu ekosistem lingkungan.
“Kegiatan selam yang dilaksanakan WASI selama ini justru positif. Beberapa kali kegiatan cinta lingkungan seperti bersih-bersih pantai, bersih sampah di laut juga dilaksanakan WASI.
Kegiatan selam justru banyak manfaatnya,” ujar Runtuwene.
Seperti di ketahui agenda pemecahan rekor dunia memberikan dampak dan nilai positif di tengah masyarakat, baik dari segi mendukung pariwisata juga bagaimana mengedukasi masyarakat bagaimana pentingnya kebersihan lingkungan.
“kan tidak mungkin kegiatan besar seperti ini dilaksanakan di laut Manado jika kemudian laut kita itu kotor atau berdampak tidak baik.
Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi, bagaimana menjaga lingkungan agar tetap indah, dan kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa dilaksanakan,” kata Runtuwene
Kegiatan Wanita Selam Indonesia pimpinan ibu Tri Suswati Karnavian, rencananya akan memecahkan 3 rekor dunia selam sekaligus yakni memecahkan rekor penyelaman massal yang diikuti kurang lebih 3.000 penyelam, rantai manusia terpanjang dalam air dan pembentangan bendera terluas di dunia.
(Ben)












