Bergantung di Tepian, Baliho Ini Sarat Pesan Budaya

Baliho ini memanggil setiap anak daerah Sulut untuk setia dengan ciri khas budaya lokal/Foto:manadonews/Fik
Baliho ini memanggil setiap anak daerah Sulut untuk setia dengan ciri khas budaya lokal/Foto:manadonews/Fik
Baliho ini memanggil setiap anak daerah Sulut untuk setia dengan ciri khas budaya lokal/Foto:manadonews/Fik

MANADO, MANADONEWS – Kegiatan deklarasi Laskar Manguni Indonesia (LMI) tanggal 3 Mei lalu, sejatinya menghadirkan aroma budaya Minahasa lewat penampilan tari Kabasaran, tari Maengket, musik bambu, pakaian adat serta menggemanya bahasa tanah Minahasa.

Namun ada pemandangan lainnya, yang tak kalah menarik, lantaran berisikan adagium budaya. Adalah sebuah baliho yang dipajang di tepi lapangan basket Megamas sebagai lokasi kegiatan. Berjejer dengan baliho dan spanduk lainnya, baliho yang satu ini beruliskan “Mari jo torang rias Sulawesi Utara dengan ornamen budaya seni rupa ciri khas daerah.”

Bacaan Lainnya

Kalimat ini, seakan mengingatkan kembali memori setiap insan Nyiur Melambai (Sulut) ini akan sikap penghargaan kepada kearifan lokal.

Tulisan pada baliho ini mengirim pesan kepada setiap pelaku usaha perhotelan, restoran, diving, mall, tak terkecuali rumah kopi yang lagi menjamur di daerah ini, untuk memperdengarkan musik daerah dan memasang ornamen – ornamen milik daerah, bukannya memajang atau menampilkan seni dari luar yang tidak selaras dengan cita rasa lokal, tidak memasyarakat.

Baca Juga:  Tangkal Hoax terkait Covid-19, Ini Pesan Kadis Kominfo Tomohon

Fik

Pos terkait