Gubernur Minta FPSL Terus Dilaksanakan Karena Berkontribusi Nyata Bagi Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp
Gubernur Olly Dondokambey akan menebar bibit ikan diselat Lembeh sebagai tanda dibukanya FPSL 2016. (Ist)
Gubernur Olly Dondokambey akan menebar bibit ikan diselat Lembeh sebagai tanda dibukanya FPSL 2016. (Ist)
Gubernur Olly Dondokambey melihat bibit ikan yang akan ditebar diselat Lembeh sebagai tanda dibukanya FPSL 2016. (Ist)

BITUNG, MANADONEWS – Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, memberi apresiasi kepada segenap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kota Bitung, atas suksesnya perhelatan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) tahun 2016, yang berlangsung, Sabtu (08/10), di area pelabuhan perikanan samudera Aertembaga Bitung.

Olly mengatakan, dari tahun 2009 dilaksanakannya Festival Selat Lembeh (FSL), kini FSL telah masuk 3 besar destinasi wisata prioritas tahun 2016.

Bacaan Lainnya

“Itu artinya pelaksanaan kegiatan ini telah berhasil mempromosikan potensi kelautan dan perikanan yang ada di Kota cakalang ini. Karena itu saya mengimbau kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai agenda tetap untuk menarik sebanyak-banyaknya para wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Hal ini penting, seiring dengan telah diluncurkan brand pariwisata “North Sulawe see” pada tanggal 23 September 2016 lalu.

“Dimana brand pariwisata ini merupakan sebuah spirit ideologi yang menjadi ajakan kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk melihat berbagai potensi dan keindahan alam di Bumi Nyiur Melambai,” terang Dondokambey, sembari menyebutkan, bahwa saat ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Sulut sudah mencapai 27 ribu orang.

Baca Juga:  DPD KNPI Sulut Resmi Dilantik Jacko Minta Pemuda Dukung Program OD SK

“Karena itu mari kita dukung FPSL ini, karena sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ajaknya.

Sebelumnya Walikota Bitung Max Lomban menyebutkan, beragam pesona yang di miliki kota ini merupakan sebuah berkah tak ternilai dari Tuhan sang maha pencipta.

“Berdiri kokoh gunung Duasudara sebagai canopy kota, terbentang pulau Lembeh sebagai perisai alami kota dari keganasan Samudra Pasifik, Selat Lembeh sebagai jalur sutra perdagangan global, taman bawah laut yang mempesona, serta nilai-nilai budaya masyarakat yang religius juga menjunjung tinggi sikap toleransi dan kebersamaan,” katanya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *