YLKI Sulut: Konsumen Jangan Mudah Tertipu Diskon Makanan Kadaluarsa

  • Whatsapp
Torry Kojongian
Torry Kojongian
Torry Kojongian

MANADO, MANADONEWS – Mulai ramainya aksi diskon besar – besaran jelang Natal dan Tahun Baru membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Utara (Sulut) angkat suara.

Ketua Harian YLKI Sulut Torry Kojongian meminta masyarakat agar lebih ekstra hati – hati dalam membeli barang dan makanan, khusunya makanan dalam kemasan hanya karena terdapat diskon yang menggiurkan.

Bacaan Lainnya

“Konsumen perlu teliti sebelum membeli terhadap diskon barang dan makanan kemasan kadaluarsa yang harganya menggiurkan tapi kwalitasnya rendah dan kadaluarsa,” katanya

Kojongian mencontohkan beberapa waktu lalu dia melihat adanya barang makanan kemasan yang sudah dalam bungkus dan begitu indah berbentuk parsel, sehingga kesempatan konsumen membuka untuk melihat label kadaluarsa tidak bisa dan harganya sangat murah ini sangat berbahaya, begitu juga denga pakaian jadi seharga Rp 400 ribu di sebuah pusat perbelanjaan yang diberi diskon 50 persen, setelah diskon harga pakaian tersebut menjadi Rp 200 ribu. Tapi kalau konsumen teliti kualitasnya jauh di bawah harga tersebut.

Baca Juga:  Warga Talaud di Manado: Kami Bangga kepada Ibu!

“Hal seperti ini di tempat-tempat lain dipusat perbelanjaan banyak yang menawarkan,” tutur Kojongian.

Torry Kojongian mengungkapkan menjual barang kadaluarsa dan menaikkan harga sebelum dikenakan potongan harga menyalahi UU Perlindungan Konsumen. Hal ini merupakan bentuk penipuan dan bisa dipidanakan.

“Diskon boleh boleh saja tapi jangan dinaikan dulu harganya, baru diberi potongan harga ini adalah penipuan berkedok diskon, memang harus diakui ini muncul akibat lemahnya pengawasan dari Dinas Perdagangan karena pedagang tidak mau terbuka soal diskon, tapi sudah selayaknya dinas membuat kajian akan aturan untuk di sosialisasikan ke pedagang karena ancaman hukumannya jelas karena melanggar undang undang perlindungan konsumen dan solusi lainnya Dinas Perdagangan di Sulut melakukan survei terlebih dulu jauh sebelum hari besar seperti Natal dan tahun Baru berapa harga barang-barang pakaian kemudian membandingkannya sesaat sebelum hari besar, pasti akan ketahuan apa barang ini dinaikan dulu baru dikasih diskon atau bagaimana,” tandas Kojongian menjelaskan.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *