Mulai Karatan, Jembatan Bailey Kuwil Kirim Signal Awas

  • Whatsapp
Jembatan Kuwil yang ambruk diterjang bencana banjir bandang tanhun 2014 silam/ist
Jembatan Kuwil yang ambruk diterjang bencana banjir bandang tanhun 2014 silam/ist

AIRMADIDI, MANADONEWS – Pasca ambruknya jembatan akibat diterjang bencana banjir bandang tahun 2014 silam, hingga saat ini akses penghubung desa Kawangkoan – desa Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara hanyalah jembatan bailey yang dibangun tahun 2015 silam.

Dengan berjalannya waktu, kondisi jembatan yang memang pemanfaatannya bersifat sementara itu, mulai mengirimkan signal ‘awas.’ Pasalnya, selain labrang yang relatif kecil, juga mulai berkarat.

Bacaan Lainnya

Sejumlah warga mulai mempertanyakan atensi pemerintah demi urgensitas mereka dalam beraktifitas, mengingat jembatan Kuwil menjadi akses sentral bagi mereka yang berdomisili di Desa Kuwil, Kaleosan dan Sampiri.

“Ini sudah sangat memprihatinkan. Kami selalu merasa gugup jika melawati jembatan, apalagi di musim penghujan sekarang ini,” ungkap salah satu warga kepada manadonews Senin (9/1).

Dikatakannya, jembatan bailey di wilayah lain di Sulut telah diganti dengan pembangunan jembatan baru, tapi di Kuwil belum juga ada tanda – tanda akan ada pembangunan.

Baca Juga:  Jumat Bersih Lanudal bersama Warga

“Memang saat ini ada pembangunan bandungan di lokasi itu, tapi bukankah pembangunan jembatan juga tak kalah penting?” katanya denga raut wajah penuh tanda tanya.

Ia berharap pemerintah daerah peka dengan kondisi jembatan saat ini dengan membangun yang baru sehingga masyarakat lebih merasa nyaman.

Fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *