Beda Kelas! MaSi Dominasi Debat Publik

Pasangan Calon Bupat-Wakil Bupati, Hironimus Rompas Makagansa dan dr Fransiskus Andi Silangen

TAHUNA, MANADONEWS- Duel beda kelas terjadi pada ronde perdana Debat Publik calon bupati-wakil bupati Sangihe. Bertemakan ‘Pengelolaan Sumber Daya Alam, Manusia dan Lingkungan’, debat dihelat di Kantor DPRD Sangihe, Sabtu (14/1).
Pasangan nomor urut 1 HR Makagansa-FA Silangen (MaSi) tampil dominan dalam ‘laga’ yang berlangsung enam segmen tersebut. Perbedaan kualitas, mulai dari pemaparan visi-misi, menjawab pertanyaan panelis, hingga saling melemparkan pertanyaan dengan rival JEG-HH. Bermodal konsep terstruktur, baik Makagansa maupun Silangen dengan mudah menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan panelis secara akurat. “Memang beda kelas. Kualitas masih unggul paslon MaSi. Beda dengan yang dipaparkan Jabes Ezar Gaghana-Helmud Hontong (JEG-HH). Mereka hanya terpaku pada visi-misi yang nyaris tidak ada hubungannya dengan tema. Malahan kebanyakan curahan hati (curhat) dan puisi,” bisik salah satu undangan yang hadir dalam debat.

Pantauan Manadonews.co.id, panelis mempertanyakan bagaimana pengetahuan mereka tentang pengetahuan peta penyebaran sumber daya manusia di Sangihe dengan visi-misi yang dijabarkan. Mendapat kesempatan pertama, Paslon JEG-HH pun menjawab. Menurut JEG, pihaknya siap membuka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan dana desa yang ada. Dana desa, lanjutnya merupakan salah satu cara untuk menarik sumber daya agar kembali datang dan membangun Sangihe. Selain itu akan melakukan pemerataan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional. “SDA di Sangihe ada ketimpangan. Kebanyakan masyarakat yang ada berusia 0-20 tahun. Usia produktif 20-50 tahun berada di luar Sangihe. Memasuki usia 50-60 mereka pulang menjalani masa tua. Ini karena kurangnya lapangan pekerjaan,” kata JEG.

Baca Juga:  Terima Surprise Tumpeng HUT TNI ke-75, Pangdam XIII/Merdeka Berterima Kasih Kepada Kapolda Sulut

Jawaban lebih meyakinkan diberikan paslon MaSi. Makagansa memaparkan visi-misi Sangihe sebagai kabupaten bahari. Menurutnya, melihat dari fakta yang ada saat ini, wilayah Sangihe terdiri dari sebagian besar perairan. Terlepas dari itu, banyak potensi kelautan, perikanan, mineral serta pariwisata. Bupati Sangihe periode 2011-2016 meyakini, dengan kemampuan mengelola seluruh potensi tersebut akan membuka lapangan kerja dan berbuah peningkatan pendapatan masyarakat. “Lapangan pekerjaan terbuka, masyarakat akan merasakan pendidikan dengan baik, pelayanan kesehatan kian paripurna. Itulah kabupaten bahari sejahtera dan bermartabat yang kita inginkan bersama,” tegas Makagansa.

Lebih lanjut, Makagansa mengungkapkan, faktor pendidikan dan infrastrukrur masih menjadi perhatian serius. “Pendidikan menjadi yang utama kita tuntaskan sehingga kita mampu menghasilkan SDA yang berkualitas dan menjawab tantangan pembangunan di Sangihe. Menyangkut infrastrukur banyak yang belum dituntaskan, salah satunya pembangunan dermaga ikan dan jalan lingkar. Wajar jika konsentrasi penduduk terpusat di kota, ada pula yang mencari nafkah di luar daerah,” tutur Makagansa.

Sementara itu, pasangan Makagansa, FA Silangen menambahkan, seluruh program tersebut akan sulit diwujudkan tanpa ada campur tangan pemerintah provinsi dan pusat. “Jika ada kesatuan itu, kita bisa bercita-cita tinggi mendapatkan anggaran besar,” tambah Silangen.(YOUNGKY)

Baca Juga:  Sekot Tomohon sidak Di beberapa SKPD.