Simak! Makagansa-Silangen Bicara Solusi, Jabes “Curhat”

  • Whatsapp

TAHUNA, MANADONEWS-Debat Publik calon bupati dan wakil bupati Sangihe memasuki pertanyaan kedua untuk segmen yang sama. Kali ini, masing-masing pasangan calon (paslon) diwajibkan menjawab pertanyaan panelis terkait kondisi sumber perikanan dan kelautan yang saat ini hasilnya di bawah potensi lestari. Hal ini menyusul kapasitas dan kualitas nelayan yang kian melemah oleh berbagai aspek, termasuk kondisi tata niaga yang tidak menguntungkan.

Mendapat kesempatan pertama, Calon Bupati nomor 1, Hironomus Rompas Makagansa (HRM) bertekad menetapkan Kabupaten Sangihe sebagai pusat industri perikanan. Menurut HRM, dalam mewujudkan tekad tersebut harus disiapkan pasar yang bisa melaksanakan transaksi penjual ikan selama 24 jam. Selanjutnya,
akses transportasi laut, darat, udara. “Selain itu, kita siapkan infrastruktur perikanan mulai dari dermaga, pabrik es, unit pelayanan ikan dan infrastruktur pendukung lainnya. “Tanpa itu semua akan mubasir,” katanya.

Lebih lanjut, beber HRM, pemberdayaan dan peningkatan kualitas para nelayan juga harus dilakukan. “Alat sarana tangkap juga harus ada agar semua potensi bisa diberdayakan. Sehingga dapat diyakini laut adalah sumber kehidupan,” jelasnya.

Baca Juga:  Yasti Lepas Karnaval Lintas Etnis, Budaya dan Agama

Sementara itu, pasangan HRM, FA Silangen turur mengkoreksi data yang dilontarkan panelis. “Dari 38 ribu per ton, baru direalisasikan 8000. Kedepan 30 ribu akan direalisasikan. “Proposalnya sudah dipresentasikan ke pemerintah pusat. Pemerintah pusat merespon positif karena Sanghie akan menjadi devisa nasional. Sehingga ditetapkan sebagai pusat industri yang langsung mengekspor ke Asia-Eropa-Amerika,” bebernya.

Penuturan Silangen tentunya bukan isapan jempol. Diketahui dirinya bersama HRM maju sebagai cabub dan cawabub diusung PDI Perjuangan, partai yang saat ini mengusai pemerintah pusat. “Ya, keuntungannya lumayan besar karena bisa mencapai triliunan per tahun. Posisi Sangihe langsung berhadapan dengan Asia-Pasifik, jadi tidak lagi melewati Manado dan Bitung atau daerah yang mengambil keuntungan dari potensi Sangihe,” tukasnya.

Pada kesempatan lain, para undangan yang mengikuti debat publik dibuat heran oleh jawaban Calon Bupati Jabes Ezar Gaghana. Mereka yang menantikan tanggapan serta pemikiran berkualitas dari cabub nomor urut dua ini dibuat lesu dengan jawabanya yang bersifat normatif dan mengarah ke curahan hati (curhat).

Baca Juga:  Bandara Sam Ratulangi Raih Akreditasi Internasional dari ACI

“Saya sedih dengan pendapatan nelayan. Jika dikehendaki memimpin Sangihe, kami akan laksanakan apa yang jadi kehendak masyarakat nelayan,” tutur JEG.

Dengan enteng JEG mengaku siap memfasilitasi keperluan nelayan. “Semua kebutuhan nelayan kami fasilitasi. Semua apa yang menjadi keinginan dari masyarakat, baik sarana dan prasarana, kehendak dari pada masyarakat,” katanya.

Dia pun menyinggung soal pembagunan pelabuhan ikan di Dago, Kecamatan Tamako. “Dago bukan untuk kepentingan politik. Dago adalah basis ekonomi masyarakat. Untuk itu, masyarakat mari bersama Megahago kita sukseskan sektor perikanan. Seperti tagline ‘laut adalah rumahku’. Di sanalah sektor perekonomian kita dari sektor perikanan. Sehingga menjadi kekuatan untuk membangun Sangihe yang lebih sejahtera,” tandasnya.(YOUNGKY)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *