Berita TerbaruBerita UtamaKesehatanManado

Perlukah Menjemur Bayi?

×

Perlukah Menjemur Bayi?

Sebarkan artikel ini
dr. Stefanus Gunawan, SpA(K), M.Si.Med. Pusat Kanker Anak Estella, RSUP Prof. dr. RD Kandou / Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
OLEH: dr. Stefanus Gunawan, SpA(K), M.Si.Med.
Pusat Kanker Anak Estella, RSUP Prof. dr. RD Kandou / Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

MENJEMUR bayi yang baru lahir kerap dilakukan para ibu, yang umumnya dipercaya memiliki manfaat mencegah bayi agar tidak kuning. Namun apakah kegiatan menjemur bayi tersebut benar-benar efektif membuat bayi tidak kuning?

Bermula pada tahun 1956 ketika seorang perawat di Rumah Sakit Umum Rochford, England, yang bekerja di bangsal bayi memperhatikan bahwa bayi-bayi yang terpapar sinar matahari lebih lama ternyata kurang kuning dibanding bayi-bayi yang kurang terpapar sinar matahari. Pada tahun 1958, pertama kalinya sinar matahari digunakan untuk terapi bayi kuning. Menjemur bayi di dalam ruangan melalui jendela (tidak langsung terkena matahari) selama 10 menit sebanyak 2 kali sehari dipercaya dapat membantu dalam terapi bayi kuning (ikterus neonatorum) yang ringan. Kemudian, pada tahun 1968, Jerold Lucey, dkk dalam jurnal Pediatrics mempublikasikan hasil penelitiannya yang membuktikan manfaat terapi sinar (fototerapi) terhadap kuning (ikterus) pada bayi baru lahir.

MANTOS

Sejalan dengan makin berkembangnya teknologi, kini diketahui bahwa untuk mendapatkan maanfaat optimal dari terapi sinar, maka yang dipergunakan bukanlah sinar matahari atau sinar lampu biasa, namun diperlukan sinar khusus dengan panjang gelombang 460-490 nanometer yang biasanya berwarna biru.

Untuk saat ini, pilihan terapi untuk bayi kuning yang utama adalah fototerapi, bukan paparan sinar matahari. Sedangkan untuk mencegah kuning pada bayi baru lahir, tindakan yang direkomendasikan adalah bayi harus tetap diberikan ASI dan jangan diganti dengan air putih atau air gula. Jika ASI tidak cukup maka lebih baik diberikan ASI dan PASI (susu formula) bersama daripada hanya PASI saja.

AMERICAN Association Pediatric (AAP) bahkan telah mengeluarkan rekomendasi bahwa bayi usia 0–6 bulan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Nah, sinar matahari yang bagaimana yang bagus untuk bayi? Kapan waktu terbaik untuk menjemur bayi? Sebab, banyak rumor yang mengatakan jika sebaiknya hal tersebut diterapkan saat matahari sudah bersinar sangat terang alias sudah cukup terik. Tapi, ada pula yang mengatakan sebaliknya. Manakah yang benar?

Sebenarnya menjemur bayi masih boleh dilakukan; hal ini dilakukan bukan untuk mengurangi kadar bilirubin, tapi sebagai asupan vitamin D yang baik untuk tulang.

Pada pertengahan abad ke-19, diketahui bahwa sinar matahari memiliki efek pengobatan dalam penyakit rickets (kelainan tulang karena kekurangan vitamin D, kalsium atau fosfat). Namun ketika kejadian kanker kulit meningkat pada tahun 1940 dan menjadi epidemik pada tahun 1970, para ilmuwan sadar akan dampak negatif dari sinar matahari. Dalam banyak penelitian, disebutkan bahwa paparan sinar matahari pada bayi dapat meningkatkan risiko berkembangnya melanoma dan kanker lainnya pada usia lanjut. Untuk menentukan risiko kanker kulit, seberapa dini usia saat dimulai paparan sinar matahari, lebih berperan daripada total paparan sinar matahari selama kehidupan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari terutama pada bayi, sangat penting untuk mengurangi risiko terkena kanker kulit.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sinar matahari sangat penting untuk sintesis vitamin D pada kulit, seorang bayi perlu terpapar radiasi ultraviolet B (UVB) tingkat rendah untuk dapat memproduksi vitamin D. Oleh sebab itu, paparan sinar matahari pada bayi masih menjadi pilihan dengan beberapa rekomendasi perlindungan seperti menggunakan pakaian dan tabir surya.

Belum ada penelitian pada anak yang menentukan seberapa tingkat paparan sinar matahari yang dibutuhkan untuk mensintesis vitamin D yang memadai. Dengan tingginya angka kejadian hipovitaminosis D, maka diperlukan perhatian khusus untuk mengevaluasi kembali kecukupan diet dan penggunaan suplementasi vitamin D.

Untuk mendapatkan manfaat sinar matahari yang optimal bagi bayi serta menghindarkan si bayi dari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kita memperhatikan beberapa point penting pada saat menjemur bayi di pagi hari. Adapun point-point tersebut diantaranya adalah:

  • Sepulang dari rumah sakit, dalam usia beberapa hari, bayi sudah boleh dikenalkan dengan sinar matahari.
  • Waktu yang baik untuk melakukan hal tersebut, yaitu antara jam tujuh hingga jam delapan pagi.
  • Hindari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore, karena jumlah radiasi sinar UVB paling tinggi pada periode waktu tersebut. Paparan sinar ultraviolet tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada membran kulit, menjadikan kulit merah, menimbulkan sensasi terbakar, serta dapat merusak mekanisme regenerasi sel kulit.
  • Pada bayi baru lahir, berjemur diawali dengan durasi minimal; cukup 30 menit dalam satu minggu atau sekitar lima menit saja per hari.
  • Secara bertahap, lama menjemur bayi bisa ditingkatkan menjadi dua jam per minggu atau sekitar 20 menit per hari. Patokannya, jangan lebih dari 30 menit. Sebab, pada durasi yang terlalu lama itu, risiko paparan sinar matahari lebih besar daripada manfaatnya.
  • Hindari meninggalkan bayi ketika dijemur. Bayi harus dalam pengawasan penuh, sebaiknya dalam dekapan orang tua. Dengan demikian, ketika bayi kepanasan, akhiri sesi menjemur untuk mencegah si bayi mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh berlebihan).
  • Adapun suhu tubuh bayi idealnya berkisar 36,2–37,2 derajat Celsius. Kulit bayi rentan terhadap perubahan suhu, kekeringan, dan infeksi. Bila timbul reaksi kemerahan pada kulit bayi, segera observasi. Apakah itu reaksi normal dan segera menghilang atau bertahan.
  • Kebanyakan bayi tertidur ketika dijemur sambil dipijat lembut sehingga meningkatkan kontak antara ibu dan bayi.
  • Ketika dijemur, tubuh bayi boleh dibalikkan dari posisi terlentang menjadi tengkurap agar paparan sinar matahari lebih menyeluruh. Namun, lindungi bagian wajah, terutama mata. Bisa dengan pemakaian topi atau membelakangi sinar matahari. Selain itu, setelah dijemur, segera berikan ASI agar si bayi tidak dehidrasi. Tunggu beberapa saat, baru dimandikan dengan air hangat.
  • Bayi tidak perlu dijemur langsung di bawah terik matahari. Sinar UV tetap ada meski cuaca sedang mendung atau berawan. Menjemur bayi sembari berteduh di bawah pohon atau di dekat jendela terbuka sudah cukup untuk mendapatkan sinar matahari.
  • Yang juga perlu diperhatikan, hindari terpapar debu dan angin ketika menjemur bayi. Maka, aktivitas menjemur boleh dilakukan di teras rumah. Ketika kondisi fisik bayi sudah lebih kuat, berjemur bisa dilakukan di luar rumah sambil berjalan-jalan.
  • Ketika angin kencang, jangan memaksakan menjemur bayi di luar rumah. Itu justru membuat si kecil kedinginan.
  • Sebaiknya dilakukan sebelum bayi mandi. Hal ini dilakukan agar Anda dapat melakukan proses membersihkan bayi dengan lebih detail.
  • Bayi tidak perlu memakai krim tabir surya (SPF lotion)–terutama bayi usia kurang dari 6 bulan. Kulit bayi masih sangat sensitif terhadap SPF lotion. Sebelum berusia 6 bulan, lindungi kulit bayi dengan penutup dan pakaian memadai. Menggunakan kereta bayi (stroller) dengan penutup juga sangat disarankan.
  • Bayi yang lahir prematur, sebaiknya tidak dijemur. Pada minggu-minggu pertama pasca dilahirkan, seorang bayi yang dilahirkan secara prematur masih memerlukan suhu yang stabil. Sehingga sangat disarankan bagi bayi tersebut untuk tidak dijemur di bawah sinar matahari pagi. Hal ini akan dapat menimbulkan efek yang membahayakan bagi keselamatannya. Hal tersebut karena pada saat dijemur, si bayi harus mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar.

Dengan demikian, ungkapan “more is better” mungkin tidak berlaku jika berhubungan dengan paparan sinar matahari pada kulit. Jadi, sudah saatnya Anda lebih cermat melindungi bayi dari paparan sinar matahari berlebihan.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop