Berita TerbaruBerita UtamaPolitikSangihe

Apa Yah yang Bikin Ompa Tertawa di Debat Ronde Kedua?

×

Apa Yah yang Bikin Ompa Tertawa di Debat Ronde Kedua?

Sebarkan artikel ini
HR Makagansa dan Andi silangen saat Debat kandidat tahap 3/Foto: dok. manadonews/Youngky
MENGGELITIK: Calon Bupati HR Makagansa dan Wakil Bupati FA Silangen

TAHUNA, MANADONEWS – Pertengahan debat publik calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe makin seru. Segmen ke-empat dan lima menjadi klimaks perdebatan dua calon pemimpin Sangihe ini. Hal ini terungkap saat seorang panelis memberikan pertanyaan bagaimana strategi dalam menanggulangi masalah tingginya kematian bayi, ibu melahirkan dan pelayanan terhadap lansia.

Pasangan calon Jabes Ezar Gaghana-Helmut Hontong (JEG-HH) mendapat kesempatan pertama. Dengan sigap calon bupati JEG mempermasalahkan manajemen yang diatur pemerintahan sebelumnya. “Saya sangat menyayangkan itu. Lima tahun angka kematian bayi dan ibu melahirkan meningkat. Tentu masalahnya ada pada manajemen,” tegas JEG.

MANTOS

Lanjutnya, seluruh fungsi Puskemas harus dijalankan.

“Puskemas yang tidak jalan. Tidak ada yang melakukan perkunjungan serta posyandu. Banyak pihak yang terlibat termasuk PKK. Selain itu penempatan tenaga kerja yang tidak pas. Untuk itu harus dirombak total,” jelasnya.

Jawaban paslon nomor dua ini ternyata cukup mengelitik Calon Bupati Hironimus Rompas Makagansa (Ompa). Sambil tertawa, Ompa mengaku cukup bangga dengan mantan wakil bupati-nya ini.

“Meski sudah terlambat saya mengaku bangga karena pak Jabes bicara soal manajemen. Kalau bicara manajemen, itu menyangkut pengawasan. Pengawasan merupakan fungsi wakil bupati. Jika pak Jabes menyayangkan manajemen pemerintahan sebelumnya, berarti bapak tidak bekerja,” katanya sambil terbahak.

Dia menambahkan, kematian bayi dan ibu melahirkan sangat berkaitan masalah kemiskinan. Pengentasan kemiskinan sangat berhubungan erat dengan pekerjaan Tim Pengendali Kemiskinan yang diketuai Pak Jabes Gaghana.

“Jadi pak Jabes mau salahkan siapa?Jadi jangan hanya cari kesalahan,” ungkapnya sembari menahan rasa gelitik.

Selanjutnya, Calon Wakil Bupati dr Andi Silangen menyebutkan jika jawaban JEG sama seperti membuka aib sendiri. “Pak Jabes ada dalam 10 tahun tapi fungsi pengawasan tidak ada. Terus pada debat menjadi pahlawan kesiangan dan mencoba berargumen dengan hal-hal yang menyudutkan,” bebernya.

Menangapi pertanyaan panelis, Silangen menuturkan, untuk menurunkan angka kematian bayi harus ada pengawasan yang baik. “Kalau pengawasan berlangsung baik, maka usaha kesehatan berbasis kesehatan akan jalan. Jika dipercayakan, saya akan melihat potensi dan masuk, tentunya bekerja dengan sepenuh hati, bukan baru curhat sekarang kalau gagal,” tandasnya.(YOUNGKY)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop
Berita Terbaru

Panglima LMP Sulut, Indra Patrianus Wongkar, SE Manadonews.co.id-.Gelombang penolakan terhadap rencana ekspansi organisasi kemasyarakatan (ormas) Grib Jaya di Bumi Nyiur Melambai kian menguat. Kali ini, pernyataan keras datang dari Panglima…

Berita Terbaru

TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Sertu Asep Herton Suherman, Babinsa Koramil 1301-06/Kendahe, melaksanakan kegiatan bhakti sosial berupa pengecoran pondasi rumah milik keluarga Darusalam, Rabu…