KEK Pariwisata di Likupang Siap ‘Diluncurkan’, Ini Penjelasan Wagub Kandouw

  • Whatsapp

Manado, MN – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut kini dihadapkan dengan rencana persiapan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang berpusat di lahan Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Hal itu terungkap dalam rapat antara pihak pengembang PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) yang merupakan Sintesa Group dan pihak AP Maestro Australia beserta Wakil Gubernur, Steven Kandouw didampingi Sekertaris provinsi (Sekprov), Edwin Silangen yang juga dihadiri Asisten II, Rudi Mokoginta, Asisten III, Roy Roring beserta jajaran SKPD terkait lingkup Pemprov Sulut, di ruang Tumbelaka kantor Gubernur, Rabu (08/03) sore tadi.

Wagub dalam memimpin rapat tersebut mengatakan, merujuk dari roadmap tentang pariwisata yang juga menjadi bagian dari program Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) itupun sangat mengapresiasi dan merespon positif atas langkah kerjasama dari pihak pengembang (MPRD Sintesa Group dan AP Maestro) dalam membangun lokasi KEK pariwisata tersebut.

“Ini sangat luar biasa karena semua mulai dari persiapan lahan dan studi kelayakan dari KEK pariwisata, anggarannya tidak satu senpun dibebankan kepada APBD (Dinas/Badan di Provinsi dan Kabupaten Minut), namun ditanggung sepenuhnya oleh MPRD. Kita selaku (pemerintah) segera menindaklanjutinya sebagaimana hal itu juga menjadi program perintah dari pak Presiden dan Menteri Pariwisata,” terang Wagub.

Baca Juga:  Amba: Selama Bulan Puasa Bakal Dikurangi Waktu Satu Jam

Diingatkannya juga bahwa instansi vertikal seperti Badan Pertanahan (BPN) agar sekiranya menyelesaikan urusan lahan sebagaimana perintah Presiden.

“Begitupun dengan Biro Hukum dan Asisten II serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Kehutanan segera lakukan pengecekan koordinasi soal lahan dengan Pemkab Minut,” ungkapnya, sembari mennganjurkan agar penngurusannya secara pararel saja karena lahan tersebut milik Sintesa Group.

Sementara itu melalui pihak pengembang MPRD (Sintesa Group), Paquita Widjaja dan pihak AP Maestro Australia, Leo Rustandi telah memaparkan soal tujuan dan master plan dari KEK Pariwisata di Likupang diatas lahan 400 hektar juga nantinya akan dibangun melebihi fasilitas pariwisata dari Nusa Dua Bali yang ada dalam satu tempat tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya dan potensi asli dari wilayah tersebut.

“Sulut mempunyai potensi besar dan luar biasa kami sudah lakukan penelitian banyak mendatangkan turis asing tersebut beberapa kali. Kami berharap kerjasama dengan pihak pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten ini bisa berjalan baik dan secepatnya sesuai jadwal kami bulan Maret ini sudah jalan prosesnya,” terang Paquita.

Baca Juga:  Sekdakot Hadiri Sosialisasi JKN KIS, Pemkot Buat Terobosan Baru

Disampaikan Bupati Minut, Vonnie Panambunan bahwa dirinya mendukung apa yang diupayakan pihak Pemprov Sulut disegala sektor untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. (dmc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *