
Bupati Tetty Paruntu (sapaan akrabnya) melalui Kabag Humas Pemkab Minsel Henri Palit, SH kepada awak media Senin (20/3) mengatakan, Ibu Bupati sudah meminta pihak kepolisian dalam hal ini Polres Minsel, untuk menyelidiki serta menindaklanjuti info yang meresahkan masyarakat tersebut.
Karena ini menjadi tugas utama kepolisian untuk menyelidiki dan menindakjanjuti info yang meresahkan masyarakat tersebut.
“Dengan beredarnya berita ini, menjadi hikmah bagi masyarakat lebih khusus para orang tua agar lebih waspada serta membagi waktu untuk memperhatikan dan mengawasi keberadaan anak-anak kita,” kata Palit.
Mengantisipasi akan hal ini Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, memerintahkan kepada seluruh personil jajaran untuk menggiatkan patroli di desa-desa dan kelurahan bersinergi langsung dengan petugas keamanan lingkungan setempat, termasuk menggiatkan kembali kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Personil jajaran, terutama Bhabinkamtibmas dan Bapulbaket (Intel) Polsek, untuk giat melaksanakan patroli dan sambang di desa-desa serta kelurahan yang menjadi domain tugasnya. Aparat dan petugas keamanan lingkungan untuk terus menjalin komunikasi dalam upaya penyampaian informasi kepada pihak kepolisian,” ungkap Kapolres.
Untuk seluruh warga masyarakat, Kapolres Minsel menegaskan agar jangan takut, jangan terlalu mendramatisir berita-berita negatif yang beredar.
“Tidak perlu takut, cukup tingkatkan kewaspadaan dengan melakukan pengawasan terhadap lingkungan tempat tinggal kita. Lurah, Hukum Tua, aparat Desa dan Kelurahan, diminta untuk peka, jadilah polisi bagi diri kita masing-masing,” terangnya.
“Atensi untuk para pendatang baru, apakah itu tamu maupun pedagang, tanyakan identitasnya dengan sopan dan humanis. Apabila ada yang mencurigakan, hubungi anggota Bhabinkamtibmas, Kantor Polsek maupun Polres. Silahkan berdayakan Siskamling berkoordinasi dengan Kepolisian Setempat,” tutur Kapolres.
(DArK)












